kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -34.000   -1,18%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Prospek Kinerja Industri Reasuransi Tahun 2026 Cerah Meski Tantangan Membayangi


Jumat, 06 Februari 2026 / 16:52 WIB
Prospek Kinerja Industri Reasuransi Tahun 2026 Cerah Meski Tantangan Membayangi
ILUSTRASI. Premi reasuransi umum naik 11% pada 2025 didorong investasi dan underwriting. Namun, ada tekanan klaim. Simak detail performanya! (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reasuransi menunjukkan perbaikan dan pertumbuhan yang solid di tahun 2025.

Menurut data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi reasuransi umum meningkat hingga 11% secara tahunan (YoY) pada triwulan III 2025.

Hasil yang positif ini didorong oleh kenaikan pendapatan investasi, peningkatan hasil underwriting, dan pengelolaan risiko yang lebih baik seiring dengan Risk Based Capital (RBC) yang terukur solid.

Meski begitu, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan bahwa sepanjang tahun 2025 bisnis reasuransi masih mengalami tekanan karena kombinasi tingginya klaim asuransi kredit, kapasitas modal yang minim, dan dampak hard market global.

Baca Juga: AAUI Catat Premi Reasuransi Tumbuh 11% pada Kuartal III Tahun 2025

"Kondisi ini diperparah oleh hasil investasi yang tidak stabil dan peningkatan risiko klaim pada tahun lalu," ujarnya kepada Kontan, Jumat (6/2/26).

Lebih lanjut, Irvan mengatakan kalau pertumbuhan premi reasuransi umum di tahun 2025 ditopang oleh tiga lini bisnis utama, yaitu asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi kredit.

Di sisi lain, ia menilai ketiga lini bisnis ini stabil karena adanya dukungan pertumbuhan kredit perbankan sekaligus meningkatnya perlindungan terhadap aset.

Di tahun 2026, Irvan melihat peluang pertumbuhan reasuransi yang didorong oleh perbaikan ekonomi, peningkatan eksposur risiko, potensi ekspansi ke pasar luar negeri, dan dukungan peningkatan teknologi.

Baca Juga: Premi Reasuransi Kendaraan Bermotor Turun ke Rp 330 Miliar hingga November 2025

Kendati demikian, ia menilai tetap ada tantangan yang membayangi bisnis ini ke depannya.

Beberapa di antaranya adalah keterbatasan kapasitas modal, persaingan yang ketat, perubahan standar akuntansi (PSAK 117), risiko inflasi atau suku bunga, dan meningkatnya klaim akibat bencana.

Selanjutnya: BCA Masih Akan Terus Tambah Jaringan Kantor, Ini Alasannya

Menarik Dibaca: 7 Manfaat Konsumsi Jus Jambu Biji secara Rutin bagi Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×