kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Rasio Klaim Asuransi Naik ke 41,5%, AAUI Ungkap Penyebabnya


Kamis, 18 Juni 2026 / 18:48 WIB
Rasio Klaim Asuransi Naik ke 41,5%, AAUI Ungkap Penyebabnya
ILUSTRASI. Daftar Perusahaan Asuransi Anggota AAUI (KONTAN/Cheppy A.Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, rasio klaim industri asuransi umum mengalami peningkatan dari 36%, menjadi 41,5% pada kuartal I-2026.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menerangkan hal itu tak terlepas dari angka klaim industri yang meningkat dan pendapatan premi yang hanya tumbuh tipis saja pada kuartal I-2026.

"Kalau dilihat preminya tak ada kenaikan signifikan. Semua lini usaha. Total pertumbuhannya juga cuma 1,9% Year on Year (YoY), ya, otomatis berkesinambungan (ke rasio klaim)," katanya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: BI Rate Diproyeksi Ditahan di 5,75% Hingga Akhir Tahun, Demi Jaga Stabilitas

Budi menambahkan, beratnya perekonomian tahun ini, kemudian adanya berbagai tantangan berupa pelemahan daya beli hingga tensi geopolitik, juga turut menekan premi industri dan menaikkan klaim. "Daya belinya juga tak ada. Sebab, hubungannya itu antara supply dan demand," tuturnya.

Budi memproyeksikan industri asuransi umum sepertinya masih akan menghadapi berbagai tantangan hingga akhir tahun ini, sehingga upaya memupuk premi juga terbilang menantang. Namun, dia optimistis rasio klaim dapat dijaga terkendali oleh industri, karena sudah menghitung batas toleransi dari berbagai aspek.

"Kalau secara rasio klaim kemungkinan masih bisa dikendalikan dan terukur, sehingga masih ada batas toleransi. Hanya saja preminya bisa tidak mengangkat," ungkapnya.

Selain itu, Budi juga menyoroti adanya sejumlah tantangan makro ekonomi hingga regulasi, seperti implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 dan ketentuan ekuitas minimum pada tahun ini. Dia menyebut hal itu bisa saja menghambat fokus pertumbuhan premi industri.

Berdasarkan data AAUI, pendapatan premi industri asuransi umum mencapai Rp 31,11 triliun pada kuartal I-2026, atau meningkat 1,92% YoY. Adapun klaim industri mencapai Rp 12,92 triliun, atau meningkat 17,7% secara yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×