Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) industri perbankan masih cukup kuat di tengah pertumbuhan kredit yang semakin kencang. Namun, sejumlah bank besar justru mencatatkan penurunan CAR secara tahunan pada kuartal III-2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat CAR perbankan mencapai 24,10% pada Agustus 2026, naik dari 23,84% pada Juli 2026. Pada periode yang sama, penyaluran kredit perbankan tumbuh 13,65% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 9.178 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,58%.
Meski secara industri permodalan masih kuat, sejumlah bank besar menghadapi dinamika berbeda. Bank Mandiri, misalnya, mencatatkan penurunan CAR dari 20,1% pada kuartal III-2025 menjadi 18,7% pada kuartal III-2026.
Baca Juga: Bank Mandiri Targetkan Rasio Kecukupan Modal 18%-19% hingga Akhir Tahun 2026
Begitu pula PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). CAR BCA turun dari 29,9% pada kuartal III-2025 menjadi 27,5% pada kuartal III-2026. Meski demikian, rasio tersebut membaik dibandingkan posisi kuartal II-2026 yang sebesar 26,8%.
Sementara itu, CAR PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyusut dari 21,1% pada kuartal III-2025 menjadi 19,2% pada kuartal III-2026. Namun, posisi tersebut meningkat dibandingkan kuartal II-2026 yang sebesar 18,1%.
Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menilai penguatan CAR industri menunjukkan ketahanan permodalan perbankan masih relatif kuat di tengah ekspansi kredit dan dinamika perekonomian.
Menurut dia, kenaikan CAR dari 23,84% pada Juli menjadi 24,10% pada Agustus 2026 antara lain dipengaruhi akumulasi laba ditahan, pertumbuhan modal, serta pengelolaan aset tertimbang menurut risiko (ATMR).
“Peningkatan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa bank semakin menahan penyaluran kredit. Pertumbuhan kredit yang mencapai 13,65% secara tahunan pada Agustus 2026 justru memperlihatkan bahwa ekspansi intermediasi tetap berlangsung,” ujar Trioksa kepada kontan.co.id, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: Rasio Kecukupan Modal (CAR) Himbara Susut, Mandiri dan BNI Pertebal Modal Lewat AT1
Dia memperkirakan CAR industri perbankan masih bertahan di kisaran 24%-24,5% hingga akhir 2026. Proyeksi tersebut bergantung pada kemampuan bank menghasilkan laba dan menjaga kualitas kredit, serta perkembangan ATMR dan kebutuhan pencadangan.
Trioksa menambahkan, tekanan terhadap permodalan dapat meningkat apabila ekspansi kredit tumbuh lebih cepat dibandingkan pembentukan modal. Risiko tersebut terutama perlu diperhatikan oleh bank yang agresif menyalurkan kredit korporasi dan investasi.
Menurut dia, penguatan CAR sebaiknya dilakukan melalui peningkatan laba ditahan, efisiensi operasional, pengendalian kredit bermasalah, optimalisasi penggunaan modal berdasarkan risiko, serta pengelolaan dividen yang sejalan dengan kebutuhan ekspansi.
“Fokus utama perbankan bukan hanya memperbesar CAR, melainkan menjaga keseimbangan antara ketahanan permodalan, pertumbuhan kredit yang berkualitas, dan profitabilitas yang berkelanjutan,” kata Trioksa.
Sementara, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, permodalan perseroan masih berada pada level yang kuat. Per September 2026, CAR BCA tercatat sebesar 27,5%, jauh di atas batas minimum yang disebut perseroan berada di kisaran 14,5%.
Dengan kondisi tersebut, BCA menilai masih memiliki ruang permodalan yang memadai untuk menopang pertumbuhan bisnis.
Untuk akhir 2026, BCA memproyeksikan CAR berada di kisaran 27,4%, tidak jauh berbeda dari posisi September.
Vera menjelaskan, BCA mulai membagikan dividen interim secara kuartalan pada tahun ini. Pembagian dividen tersebut turut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pengelolaan permodalan bank.
Baca Juga: Tak Bagi Dividen, Bank Panin Dubai Syariah Tahan Laba Demi Perkuat Modal
Meski membagikan dividen interim, BCA memperkirakan CAR tetap terjaga di kisaran 27% hingga akhir tahun, didukung pertumbuhan laba perseroan.
Adapun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan CAR berada di kisaran 18%-19% hingga akhir 2026.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita W. Anggraini mengatakan, CAR Bank Mandiri secara bank only tercatat sebesar 18,4% per September 2026. Rasio tersebut tetap terjaga meskipun perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 6,16 triliun pada 2 Oktober 2026.
Menurut Novita, keputusan pembagian dividen tahunan maupun interim telah mempertimbangkan ketahanan permodalan, likuiditas, serta kebutuhan pertumbuhan bisnis perseroan.
Ke depan, Bank Mandiri akan menjaga CAR pada kisaran 18%-19% untuk menyelaraskan pertumbuhan kredit dengan profil risiko dan kemampuan pembentukan modal.
Rentang tersebut dinilai masih memberikan ruang bagi perseroan untuk menangkap peluang bisnis sekaligus menjaga ketahanan dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














