kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Rekening khusus devisa hasil ekspor sumber daya alam di bank masih mini


Kamis, 19 September 2019 / 15:13 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Central Asia


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Meski demikian, nilai simpanan Reksus DHE SDA di bank dengan aset terbesar di tanah air ini tercatat masih mini. Sebab, nilai kredit ekspor yang telah dikucurkan perseroan hingga Agustus 2019 telah mencapai Rp 19,5 triliun.

“Kami terus berkomitmen untuk mendukung pembiayaan usaha berorientasi ekspor dalam memperkuat devisa nasional. Ami juga optimistis pertumbuhan kredit ekspor kami bisa tumbuh double digit hingga akhir tahun,” lanjutnya.

Sedangkan Corporate Secretary PT Bank Central Asia Tbk Raymond Yonarto juga menyatakan hal senada. Saat ini nilai simpanan Reksus DHE SDA di perseroan belum optimal.

Baca Juga: Kolaborasi dengan PrivyID, Investree gunakan tanda tangan digital

“Sampai saat ini Reksus DHE SDA di BCA nilainya mencapai sekitar Rp 150 miliar. Simpanan tersebut mayoritas berasal dari perusahaan di sektor industri distribusi, pergudangan, ekspor dan aneka manufaktur,” katanya kepada Kontan.co.id.

Sementara hingga semester 1-2019 lalu, bank swasta terbesar di tanah air ini punya portofolio kredit ekspor senilai Rp 1,9 triliun. Tumbuh 7,5% (yoy) dibandingkan periode serupa tahun lalu.

Sedangkan sejumlah BUKU 3 seperti PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN, anggota indeks Kompas100) justru mengaku belum menyiapkan produk Reksus DHE SDA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×