kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.689   112,38   1,48%
  • KOMPAS100 1.074   15,57   1,47%
  • LQ45 785   13,04   1,69%
  • ISSI 271   3,81   1,43%
  • IDX30 419   8,52   2,08%
  • IDXHIDIV20 514   11,51   2,29%
  • IDX80 121   1,81   1,52%
  • IDXV30 139   2,71   1,99%
  • IDXQ30 135   2,72   2,06%

Sejumlah Perbankan Catat Pertumbuhan Pengajuan Kredit Secara Digital


Selasa, 03 Maret 2026 / 19:51 WIB
Sejumlah Perbankan Catat Pertumbuhan Pengajuan Kredit Secara Digital


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak mau kalah dengan bank digital, bank konvensional juga ikut menikmati gurihnya bisnis penyaluran kredit secara online. Berbagai platform digital dihadirkan untuk meningkatkan penyaluran kredit.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk misalnya, terus memperkuat transformasi digital, termasuk dalam penyaluran kredit melalui aplikasi Livin' by Mandiri.

SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri, Yanto Masyap menyebutkan, aplikasi Livin’ kini tidak hanya digunakan untuk transaksi harian, tetapi juga menjadi kanal utama bagi nasabah untuk mengajukan pembiayaan, mulai dari kebutuhan konsumtif hingga pembiayaan aset seperti kendaraan dan properti.

"Seiring meningkatnya adopsi layanan digital, transaksi booking kredit melalui Livin’ by Mandiri juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, total digital loan booking melalui Livin’ tercatat tumbuh sekitar 7% secara tahunan," terang Yanto kepada kontan.co.id, Selasa (3/3/2026).

Yanto menyebut, pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah pengguna aktif aplikasi serta semakin lengkapnya fitur pembiayaan yang tersedia.

Baca Juga: BTN Catat Pengajuan Kredit Digital Naik 11% YoY pada Januari 2026

Beberapa produk bahkan mencatatkan lonjakan signifikan. Fitur Power Cash atau cash advance meningkat sekitar 1,2 kali secara tahunan. Sementara itu, lebih dari 80% transaksi konversi cicilan kartu kredit kini dilakukan langsung melalui Livin’.

Untuk pembiayaan berbasis ekosistem, fitur Livin’ Auto mencatatkan peningkatan penyaluran hingga sekitar 160 kali lipat pada semester II dibandingkan semester I 2025. Adapun fitur Livin’ KPR juga tumbuh sekitar tujuh kali lipat pada periode yang sama.

Ke depan, Bank Mandiri memproyeksikan penggunaan fitur pembiayaan di Livin’ akan terus meningkat seiring semakin tingginya adopsi layanan perbankan digital oleh masyarakat. Dengan semakin lengkapnya pilihan pembiayaan, perseroan optimistis pemanfaatan layanan kredit digital akan terus bertumbuh.

Pada tahun ini, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan booking kredit melalui Livin’, baik dari sisi volume transaksi maupun jumlah nasabah, sehingga kontribusinya terhadap penyaluran kredit ritel perseroan semakin meningkat.

Untuk mendorong hal tersebut, Bank Mandiri terus mengembangkan layanan pembiayaan yang lebih lengkap, cepat, dan mudah diakses. Proses pengajuan kredit juga dibuat semakin sederhana, bahkan untuk sejumlah produk, persetujuan kredit dapat diperoleh pada hari yang sama atau same day approval.

Selain itu, Bank Mandiri juga memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis, mulai dari dealer otomotif hingga pengembang properti, guna memberikan lebih banyak pilihan solusi pembiayaan yang dapat diakses nasabah melalui satu aplikasi.

Baca Juga: Sejumlah Perbankan Makin Selektif Salurkan Pembiayaan Sektor Batubara

Tak mau kalah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperkuat penyaluran kredit melalui kanal digital. Hingga awal 2026, pengajuan kredit secara online melalui platform digital perseroan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi mengatakan, nasabah kini dapat mengajukan kredit secara digital melalui platform BTN Properti maupun super app Bale by BTN.

“Perkembangan booking kredit melalui platform digital BTN menunjukkan tren yang semakin positif. Nasabah kini dapat melakukan simulasi, memilih produk atau properti, hingga mengajukan kredit secara lebih praktis tanpa harus datang ke kantor cabang pada tahap awal,” ujar Thomas.

Ia mengungkapkan, pada periode Januari 2026, pengajuan kredit secara online melalui platform digital BTN mencapai hampir 4.000 aplikasi. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 11% yoy.

“Pertumbuhan ini mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital untuk kebutuhan pembiayaan,” katanya.

Thomas menambahkan, peningkatan pengajuan kredit digital terutama datang dari segmen milenial yang mengutamakan kemudahan, kecepatan, serta kepastian proses dalam mengakses pembiayaan.

“Kami melihat peningkatan yang cukup signifikan terutama dari segmen milenial yang mengutamakan kemudahan, kecepatan, serta kepastian proses. Platform digital ini juga membantu mempercepat tahapan awal analisis kredit,” jelasnya.

Baca Juga: Tata Kelola Makin Kokoh, Bank Jakarta Raih Gold Award ERM dan Best CFO 2026

Melalui aplikasi digital, BTN saat ini menyediakan berbagai produk kredit yang dapat diajukan secara online. Produk tersebut meliputi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), baik subsidi maupun non-subsidi, Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), hingga pembiayaan bagi pelaku usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK).

Selain itu, nasabah juga dapat mengajukan Kredit Ringan dengan skema cicilan fleksibel serta Kredit Agunan Rumah (KAR) untuk berbagai kebutuhan pembiayaan.

Untuk tahun ini, BTN memperkirakan tren pengajuan kredit digital akan terus tumbuh, terutama didorong oleh tingginya minat masyarakat dalam mengakses pembiayaan perumahan secara online.

Pada 2026, BTN menargetkan total pengajuan kredit digital dapat mencapai lebih dari 60.000 aplikasi sepanjang tahun atau meningkat sekitar 25% dibandingkan target pengajuan pada 2025.

“Target ini juga mencerminkan upaya kami untuk terus meningkatkan kontribusi platform digital terhadap total booking kredit BTN secara keseluruhan,” kata Thomas.

Guna mendorong pertumbuhan tersebut, BTN menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menyempurnakan pengalaman pengguna (user experience) pada aplikasi agar proses pengajuan kredit semakin mudah dan nyaman.

BTN juga terus mendorong digitalisasi proses kredit secara end-to-end, mulai dari pengajuan, verifikasi hingga persetujuan kredit, sehingga waktu pemrosesan menjadi lebih cepat dan efisien.

Selain itu, perseroan menghadirkan berbagai program promosi untuk mendorong pengajuan kredit melalui kanal digital, seperti pembebasan biaya provisi dan administrasi bagi nasabah yang mengajukan kredit melalui Bale Properti.

BTN juga meningkatkan edukasi dan literasi digital kepada masyarakat mengenai kemudahan pengajuan kredit secara online.

Baca Juga: SMI Bakal Rilis Obligasi Rp 8 Triliun Hingga Rp 10 Triliun di Sepanjang Tahun 2026

“Dengan strategi tersebut, BTN optimistis dapat meningkatkan pertumbuhan kredit digital sekaligus memberikan layanan perbankan yang lebih inovatif, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah di era digital,” tutup Thomas.

Adapun EVP Corporate and Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hera F. Haryn mengatakan bahwa BCA senantiasa mengoptimalkan berbagai channel dalam penyaluran kredit, termasuk aplikasi digital.

Nasabah dapat mengajukan kredit mulai dari Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kartu Kredit BCA, hingga Paylater BCA melalui aplikasi myBCA. Salah satu unggulan BCA terkait pengajuan kredit secara online adalah pengajuan KPR.

Lebih lanjut, Hera menerangkan, kemudahan nasabah dalam mengajukan kredit melalui aplikasi digital berimplikasi terhadap capaian kredit perseroan, tercermin dari total kredit BCA yang tumbuh 6,26% menjadi Rp 948,96 triliun pada Januari 2026.

"Ditopang oleh likuiditas yang memadai serta prospek perekonomian Indonesia yang positif, kami berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan. BCA optimistis bahwa kredit dapat terus bertumbuh, namun tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah di lintas sektor," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×