Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mega Tbk optimistis dapat mendorong penyaluran kredit tahun ini dengan keterlibatan dalam proyek-proyek sindikasi dan penyaluran secara bilateral.
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan, Bank Mega di akhir tahun 2025 lalu membukukan penyaluran kredit Rp 67,23 triliun, naik 4% secara tahunan (yoy). Portofolio kredit Bank Mega tersebut didominasi segmen kredit korporasi.
"Komposisi kredit terdiri dari corporate 69%, joint financing 17%, credit card 10%, serta retail dan komersial 4%. Dengan titik berat masih berada di kredit korporasi," kata Kostaman dalam acara paparan kinerja Bank Mega, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Bank Mega Bukukan Laba Bersih Rp 3,36 Triliun Pada Tahun 2025
Tahun ini, Bank Mega menargetkan pertumbuhan kredit 10%-11%. Secara spesifik, nominal penyaluran kredit Bank Mega ditargetkan bisa mencapai Rp 74 triliun.
Direktur Wholesale Banking Bank Mega, Madi Darmadi Lazuardi optimistis dapat mencapai target tersebut.
"Tahun lalu kita tumbuh 4%, tahun ini cukup signifikan ekspektasi pertumbuhannya. Sebetulnya tahun lalu juga pertumbuhan kita cukup banyak, tapi karena ada pinjaman-pinjaman yang dibayar lebih awal membuat akhirnya pertumbuhan kredit tidak sesuai seperti yang kita harapkan," jelasnya dalam acara yang sama.
Madi menyebut, Bank Mega akan terus menggencarkan penyaluran kredit lewat segmen korporasi. Adapun segmen korporasi ini telah menjadi andalan Bank Mega sejak beberapa tahun terakhir.
Salah satu strategi penyaluran kreditnya adalah dengan mendorong keterlibatan Bank Mega dalam proyek-proyek kredit sindikasi bersama dengan bank besar lain. Bank Mega juga memastikan akan mendorong penyaluran kredit bilateral.
"Kita melihat banyak opportunity kredit-kredit yang terkait dengan projek-projek strategis pemerintah, kemudian juga hilirisasi, dan juga terkait dengan natural resources," kata Madi.
Baca Juga: Tren Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Terjaga di Tengah Pelemahan Industri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













