kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tingkatkan transaksi, pemain uang elektronik bisa garap captive market investor


Rabu, 18 Desember 2019 / 20:47 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung saat menggunakan aplikasi DANA pada acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 dengan tema Innovation for Inclusion di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). Pemain fintech pembayaran yang menjalankan bisni


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemain fintech pembayaran yang menjalankan bisnis uang elektronik bisa memanfaatkan captive market. Langkah ini sudah dijalankan oleh PT Visionet Internasional atau yang lebih dikenal sebagai OVO yang menyasar karyawan Lippo Group sebagai salah satu pemegang saham.

Karyawan Lippo Group selain mendapatkan gaji yang dibayarkan lewat rekening bank, juga mendapatkan tunjangan yang disalurkan lewat OVO. Dian (24) salah seorang karyawan Lippo Group menyebut tunjangan yang nominalnya 10% dari gaji yang dia peroleh disalurkan lewat OVO.

Baca Juga: Bank Mandiri sediakan dana Rp 200 miliar untuk bekerjasama dengan Investree

Langkah meningkatkan transaksi lewat captive market sebenarnya juga bisa diterapkan oleh PT Espay Debit Indonesia Koe sebagai operator DANA. Dompet digital ini bisa saja menyasar karyawan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. Lantaran emiten dengan sandi saham EMTK itu merupakan salah satu pemegang saham DANA.

Chief Executive Officer DANA Vincent Iswara menyebut masih akan mempelajari strategi ini. “EMTK adalah investor kita juga. Untuk rencana gaji masih kita pelajari. Kalo sudah ada kabar kita pasti kita kabari,” ujar Vincent kepada Kontan.co.id pada Rabu (18/12).

Hingga saat ini terdapat lebih dari 30 juta masyarakat yang kini telah mengandalkan DANA, dan para pengguna baru yang akan terus bertambah. Padahal dalam catatan Kontan.co.id, per Juli 2019, pengguna DANA masih 15 juta orang. Tentunya dengan menyasar karyawan EMTK group, DANA bisa meningkatkan jumlah pengguna dan transaksi.

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) sebagai pemegang izin uang elektronik LinkAja juga bisa menggarap ribuan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kendati demikian, LinkAja memiliki strategi sendiri.

Baca Juga: LinkAja kembangkan essential use cases demi penuhi kebutuhan konsumen

“Sebenarnya untuk pembayaran gaji, market paling baik adalah perusahaan yang memiliki karyawan yang tidak memiliki rekening bank. Banyak sekali perusahaan seperti ini di Indonesia,” ujar Chief Marketing Officer LinkAja Edward Kilian Suwignyo pada Selasa (17/12).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×