Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai lini asuransi kesehatan masih akan menghadapi sejumlah tantangan ke depannya. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan tantangan yang akan menghadang utamanya dari inflasi medis yang masih tinggi, perubahan pola penyakit ke arah penyakit kronis.
"Ditambah, ekspektasi layanan kesehatan yang makin mahal," ucapnya kepada Kontan, Senin (12/1/2026).
Namun, Budi menyebut kehadiran Peraturan OJK (POJK) 36 Tahun 2025 mengenai Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan justru menjadi titik balik penting.
Dia bilang dengan adanya berbagai aturan dalam POJK itu, seperti risk sharing, repricing yang transparan dan berbasis data, telaah utilisasi oleh dokter dan tenaga ahli, serta koordinasi dengan BPJS Kesehatan, akan membuat struktur biaya dan klaim menjadi lebih terkendali dan rasional.
"Dalam jangka menengah, hal itu akan membuat produk asuransi kesehatan menjadi lebih berkelanjutan, terjangkau, dan kredibel di mata masyarakat," tuturnya.
Baca Juga: Kerugian Love Scam Tembus Rp 49 Miliar, OJK: Jangan Transfer Uang ke Pacar Online!
Bagi industri asuransi umum, Budi menyampaikan prospek asuransi kesehatan tetap positif ke depannya, karena masih adanya kebutuhan proteksi kesehatan yang terus meningkat.
Dengan demikian, tantangannya bergeser dari sekadar mengejar pertumbuhan premi, menjadi mengelola risiko dan biaya layanan kesehatan secara lebih disiplin, berbasis data, dan kolaboratif dengan rumah sakit, Third Party Administrator, serta ekosistem kesehatan secara keseluruhan.
Sebagai informasi, sejumlah tantangan yang menghadang lini asuransi kesehatan dalam beberapa tahun terakhir berefek meningkatkan rasio klaim asuransi kesehatan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio klaim asuransi kesehatan di industri asuransi masih menunjukkan angka yang tinggi, yakni sebesar 76,72% per Oktober 2025.
Selanjutnya: Rupiah Masih Akan Tertekan pada Selasa (13/1)
Menarik Dibaca: Dessert di Burger King Mulai Rp 5.000, Cek Promo Kupon Januari 2026 Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













