Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending Amartha mengungkapkan sumber pendanaan perusahaan masih didominasi lender dari sektor perbankan.
Chief Risk & Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto mengatakan, porsi pendanaan dari lender perbankan mencapai sekitar 60% dari total pendanaan perusahaan.
Baca Juga: Prudential Bentuk Dewan Penasihat Medis untuk Perkuat Review Klaim Kesehatan
“Saat ini, ada lebih dari 30 bank di Amartha yang bekerja sama untuk channeling. Jadi, porsinya sekitar 60% itu dari pendanaan perbankan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Sisanya Berasal dari Lender Retail dan Institusi Global
Aria menjelaskan, sisa pendanaan berasal dari lender retail dan sejumlah institusi luar negeri, termasuk Development Finance Institution (DFI) atau lembaga keuangan pembangunan.
Baca Juga: Ramai Isu Kebocoran Data Bank, Ini Kata Praktisi Keamanan
Menurut dia, pendanaan yang masuk ke Amartha tidak hanya berasal dari bank lokal, tetapi juga investor institusi internasional yang fokus pada pembiayaan inklusif dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Tata Kelola Jadi Daya Tarik Perbankan
Aria menyebut salah satu faktor utama tingginya minat perbankan menyalurkan pendanaan melalui Amartha adalah standar tata kelola perusahaan yang dinilai kuat.
Ia mengatakan, bank akan melakukan proses penilaian yang ketat sebelum menempatkan dana ke platform fintech lending.
Baca Juga: OJK Catat 59,03 Juta Rekening Tabungan Pelajar pada Kuartal I-2026
“Dengan demikian, saat mereka mau berinvestasi di Amartha, pasti prosesnya bermacam-macam dan kami bisa memenuhi, termasuk standar perlindungan terhadap nasabah,” katanya.
Selain itu, transparansi pengelolaan data serta sistem pengendalian internal dan audit juga menjadi faktor penting yang diperhatikan lender perbankan.
Minat Bank Dinilai Masih Tinggi
Melihat kondisi tersebut, Aria menilai minat sektor perbankan untuk menyalurkan pendanaan melalui skema channeling di industri fintech lending masih cukup tinggi.
Ia menyebut dalam beberapa waktu terakhir terdapat sejumlah partner lender baru yang mulai bekerja sama dengan Amartha.
Baca Juga: Gadai ValueMax Catat Lonjakan Pembiayaan 300% hingga April 2026
“Artinya, tergantung segmennya dan tergantung dari platformnya, cara mereka mengelola risiko dan melakukan segmentasi. Bank tentu akan melihat situasi tersebut,” tuturnya.
Menurut Aria, momentum penyaluran kredit perbankan yang tetap tumbuh dengan pendekatan lebih hati-hati juga menjadi peluang bagi perusahaan fintech lending seperti Amartha.
“Kami juga mengambil peluang di situ dengan menunjukkan kepada mereka bahwa kami bisa mengelola portofolio dengan lebih baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












