Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (ASIPPINDO) terus memperkuat dukungan sektor UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Asosiasi yang menaungi 23 perusahaan ini, terdiri dari 3 BUMN, 18 Jamkrida, dan 2 perusahaan swasta, memainkan peran strategis dalam menjamin pembiayaan modal kerja, investasi produktif, hingga proyek nasional yang melibatkan UMKM.
Ketua ASIPPINDO, Ivan Soeparno, menegaskan bahwa lembaga penjaminan kini menjadi pilar utama dalam ekosistem pembiayaan UMKM. Ia bilang, peran penjaminan itu selaras tiga poin utama Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo, yaknio mendorong ekonomi berkeadilan, menciptakan pembangunan inklusif, dan menjaga integritas bangsa.
“Kami menjembatani kesenjangan antara UMKM dan lembaga keuangan, menurunkan risiko pembiayaan, dan meningkatkan kepercayaan terhadap UMKM sebagai pelaku usaha yang layak,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (16/4).
Baca Juga: Raup Laba Rp1,07 Triliun di 2024, Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp300,3 Triliun
Terbaru, ASIPPINDO menggelar Indonesia Guarantee Summit 2025 untuk pertama kalinya bertajuk Peran Perusahaan Penjaminan dalam Pemberdayaan UMKM untuk Mewujudkan Asta Cita”. Perhelatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan muali dari regulator, pelaku industri keuangan, hingga perwakilan UMKM dari seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan, penjaminan harus menjadi ujung tombak dalam menyalurkan kredit secara berkualitas, bukan sekadar mengejar volume. Ia juga mengapresiasi forum ini sebagai wadah strategis untuk menyerap masukan dari pelaku industri.
Sementara itu, Kepala Eksekutif OJK Ogi Prastomiyono menyoroti peran penting UU No. 1 Tahun 2016 dalam mendukung UMKM yang feasible namun unbankable, menjadikan industri penjaminan sebagai jembatan pembiayaan.
Ogi menjelaskan, saat ini ada 23 perusahaan penjaminan dengan total aset Rp 46,59 triliun per Februari 2025. Outstanding penjaminan di periode itu mencapai sebesar Rp 411,24 triliun atasu tumbuh 1,44% secara tahunan.
Industri penjaminan telah menjangkau 26,19 juta peserta penjamin. Sedangkan Gearing ratio berada di angka 22,18 kali, jauh di bawah batas maksimum 40 kali
OJK saat ini tengah merampungkan revisi POJK terkait perizinan dan operasional lembaga penjaminan, termasuk peningkatan permodalan dan penghapusan batas gearing ratio untuk pembiayaan produktif. Revisi ini juga akan memperluas jangkauan Jamkrida ke daerah yang belum memiliki perusahaan penjaminan.
Baca Juga: Asippindo Tekankan Kolaborasi untuk Majukan Industri Penjaminan Syariah
Guna menampilkan potensi riil UMKM, ASIPPINDO juga menghadirkan pameran produk unggulan dari mitra binaan perusahaan penjaminan se-Indonesia. Produk-produk ini mencerminkan potensi luar biasa UMKM bila didukung sistem pembiayaan yang inklusif dan kuat.
“Kami ingin Summit ini menjadi langkah konkret membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang sehat, adil, dan berkelanjutan. ASIPPINDO siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita,” ujar Ivan.
Industri penjaminan menjadi katalis penting dalam pencapaian Asta Cita, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan UMKM—yang menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap hingga 97% tenaga kerja.
Melalui skema penjaminan yang semakin inklusif dan adaptif, ASIPPINDO tidak hanya menjamin kredit, tetapi juga mendorong transformasi UMKM melalui inovasi, digitalisasi, dan pembinaan berkelanjutan.
Selanjutnya: WTO Pangkas Proyeksi Perdagangan Global 2025, Peringatkan Kemerosotan Lebih Dalam!
Menarik Dibaca: 5 Biji Buah yang Bisa Meningkatkan Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Biji Pepaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News