kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Asuransi Jiwa Joint Venture Dominasi Aset Terbesar, Ini Kata OJK dan AAJI


Senin, 13 April 2026 / 05:41 WIB
Asuransi Jiwa Joint Venture Dominasi Aset Terbesar, Ini Kata OJK dan AAJI
ILUSTRASI. Logo-logo perusahaan asuransi anggota AAJI (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi jiwa berbasis joint venture masih mendominasi industri jika dilihat dari sisi aset.

Dari 10 perusahaan dengan aset terbesar per Desember 2025, sebanyak delapan merupakan perusahaan patungan antara lokal dan asing, sementara hanya dua yang dimiliki domestik.

Baca Juga: OJK Dorong Penguatan Tata Kelola Unitlink, Ini Fokus Utamanya

Berdasarkan riset laporan keuangan (unaudited) masing-masing perusahaan, dominasi ini dinilai tidak terlepas dari sejumlah keunggulan yang dimiliki perusahaan joint venture.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perusahaan joint venture unggul dari sisi permodalan, keahlian teknis, hingga dukungan jaringan global.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan Ogi Prastomiyono mengatakan, hal tersebut menjadi faktor utama dominasi di kelompok aset terbesar.

“Mencerminkan keunggulan pada aspek permodalan, keahlian teknis, dan dukungan jaringan global,” ujarnya dalam jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (9/4/2026).

Ke depan, OJK memperkirakan persaingan industri asuransi jiwa akan semakin bertumpu pada inovasi, efisiensi, serta kualitas layanan.

Baca Juga: OJK Awasi Ketat Beberapa Fintech Lending Bermasalah, Siapa Saja?

Senada, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut, perusahaan joint venture memiliki keunggulan dalam kapasitas modal, pengalaman global, serta praktik manajemen risiko berstandar internasional.

Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengatakan, faktor tersebut mendorong percepatan inovasi produk dan penguatan tata kelola perusahaan.

“Hal tersebut turut mendorong pengembangan produk, inovasi layanan, serta penguatan tata kelola perusahaan,” ujarnya.

Meski demikian, Emira menilai perusahaan asuransi jiwa lokal juga terus meningkatkan daya saing.

Transformasi bisnis, perluasan distribusi, serta peningkatan layanan menjadi strategi utama perusahaan domestik.

Ia menambahkan, komposisi perusahaan dengan aset terbesar saat ini relatif berimbang antara joint venture dan perusahaan lokal.

Baca Juga: CIMB Niaga Efisiensi Jumlah Kantor Cabang, Pertahankan Sekitar 300 Kantor Cabang

Daftar 10 Besar Asuransi Jiwa Berdasarkan Aset

Berdasarkan data per Desember 2025, berikut 10 perusahaan asuransi jiwa dengan aset terbesar:

  1. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia – Rp 67,49 triliun
  2. PT Indolife Pensiontama – Rp 65,47 triliun
  3. PT Prudential Life Assurance – Rp 61,62 triliun
  4. PT Axa Mandiri Financial Services – Rp 43,97 triliun
  5. PT AIA Financial – Rp 42,88 triliun
  6. PT Asuransi Allianz Life Indonesia – Rp 37,27 triliun
  7. PT Asuransi Jiwa IFG – Rp 32,77 triliun
  8. PT BNI Life Insurance – Rp 28,73 triliun
  9. PT Asuransi BRI Life – Rp 27,51 triliun
  10. PT Asuransi Jiwa Sequis Life – Rp 23,43 triliun

Baca Juga: Industri Asuransi Didorong Pakai Strategi Ini Guna Tingkatkan Kinerja Premi pada 2026

Adapun PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menempati posisi teratas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Manulife Financial (Singapore) Pte. Ltd sebesar 95%.

Dominasi perusahaan joint venture ini menunjukkan kuatnya peran investor asing dalam industri asuransi jiwa nasional.

Namun, dengan tren penguatan perusahaan lokal, persaingan ke depan diperkirakan akan semakin ketat dan kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×