kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.704.000   25.000   1,49%
  • USD/IDR 16.454   31,00   0,19%
  • IDX 6.433   -87,11   -1,34%
  • KOMPAS100 935   -14,81   -1,56%
  • LQ45 731   -7,15   -0,97%
  • ISSI 198   -4,14   -2,05%
  • IDX30 380   -2,05   -0,54%
  • IDXHIDIV20 457   -4,21   -0,91%
  • IDX80 106   -1,38   -1,28%
  • IDXV30 109   -1,71   -1,54%
  • IDXQ30 125   -0,43   -0,35%

Bank Mayora bidik kredit Rp 2,8 triliun


Rabu, 03 Desember 2014 / 15:03 WIB
Bank Mayora bidik kredit Rp 2,8 triliun
ILUSTRASI. Suasana kompleks perumahan bersubsidi di Kabupaten Bogor, Jumat (20/1/2023). Catat, Membeli Rumah Subsidi Masih Tetap Dapat Pembebasan PPN.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Mayora membidik pertumbuhan kredit tumbuh di atas rata-rata pasar pada akhir tahun 2014. Irfan Oeji, Direktur Utama, menargetkan akan menyalurkan kredit mencapai Rp 2,8 triliun pada akhir tahun ini, dengan penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

“Saat ini, outstanding kredit mencapai Rp 2,56 triliun per November 2014,” kata Irfan, kepada KONTAN, Rabu (3/12). Dengan target kredit sekitar Rp 2,8 triliun di akhir tahun 2014, maka pertumbuhan kredit mencapai 44% dibandingkan realisasi kredit mencapai Rp 1,93 triliun per Desember 2013.

Kredit ini mengalir untuk segmen UMKM, ritel, konsumsi dan investasi. Adapun perusahaan menghindari penyaluran kredit ke segmen komoditas, seperti batu bara karena risikonya tinggi, akibat dari penurunan harga komoditas.

Menurut Irfan, kedepan tantangan penyaluran kredit masih menghantui perbankan. Misalnya, Bank Mayora akan menghadapi perlambatan penyaluran kredit, karena biaya dana atau cost of fund mulai naik, akibat dari besarnya pertumbuhan dana mahal yakni deposito. “Kami akan meningkatkan pertumbuhan laba untuk terus tetap menyalurkan kredit,” tambah Irfan.

Bank milik Mayora ini telah membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 27 miliar per November 2014. Irfan menambahkan, pihaknya akan memperoleh laba dari pendapatan bunga dan pendapatan non bunga. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Undang-Undang Kepailitan Dan PKPU Indonesia KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS

[X]
×