kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

BCA Catat Jumlah Rekening Simpanan di Atas Rp 5 M Tumbuh 8,8% hingga Desember 2025


Rabu, 28 Januari 2026 / 15:48 WIB
BCA Catat Jumlah Rekening Simpanan di Atas Rp 5 M Tumbuh 8,8% hingga Desember 2025
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi menggunakan mesin ATM (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah kaya dengan simpanan jumbo hingga akhir 2025.

Hingga Desember 2025 jumlah rekening dengan nilai simpanan di atas Rp 5 miliar tumbuh 8,8% secara tahunan (year on year/yoy). Sejalan dengan itu, total nilai simpanan dari kelompok nasabah tersebut juga meningkat 4,8% yoy.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengungkapkan, bahwa  BCA melihat tren tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas pendanaan sekaligus prospek ekspansi kredit ke depan.

“Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap BCA tetap terjaga, di tengah dinamika ekonomi dan pergerakan suku bunga,” ujar Hera kepada Kontan.co.id, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Simpanan Nasabah Super Kaya Tumbuh Positif, BCA Pastikan Beban Dana Terkendali

Dari sisi komposisi, Hera menjelaskan pertumbuhan simpanan nasabah terjadi di berbagai instrumen, terutama pada giro dan tabungan. Tren ini sejalan dengan dinamika suku bunga serta menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio nasabah dalam mengelola likuiditas dan risiko.

Menguatnya basis dana tersebut turut menjadi penopang optimisme BCA terhadap kinerja penyaluran kredit. Mengacu pada Rencana Bisnis Bank (RBB), BCA menargetkan pertumbuhan kredit pada kisaran 8%–10% pada periode mendatang.

“Dengan struktur pendanaan yang solid dan likuiditas yang memadai, kami optimistis penyaluran kredit dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Hera.

Baca Juga: BCA Catat Tabungan Tumbuh 5,8% Menjadi Rp 596 Triliun per September 2025

Selanjutnya: India Laporkan Dua Kasus Infeksi Virus Nipah

Menarik Dibaca: IHSG Anjlok, Ini Saham-saham Paling Banyak Dijual Asing di Sesi I (28/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×