kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Biaya Dana Berpotensi Naik, Gadai Mas Nusantara Atur Strategi Pendanaan


Kamis, 20 Agustus 2026 / 20:34 WIB
Biaya Dana Berpotensi Naik, Gadai Mas Nusantara Atur Strategi Pendanaan
ILUSTRASI. Ilustrasi Gadai swasta (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sudah naik 100 basis poin (bps) dan kini masih berada di level 5,75%. Hal itu bisa saja berpotensi membuat biaya dana naik secara bertahap pada Semester II-2026.

Mengenai hal itu, PT Gadai Mas Nusantara menyebut kenaikan biaya pendanaan tentu menjadi salah satu faktor yang terus diantisipasi dalam pengelolaan likuiditas.

Dalam menyikapi kondisi itu, Corporate Secretary and Legal Gadai Mas Nusantara Evi Mayanti Situmorang menerangkan pihaknya akan mengoptimalkan struktur dan biaya pendanaan melalui diversifikasi sumber pendanaan. 

Baca Juga: Respons AstraPay Soal Perluasan Kebijakan MDR QRIS 0% Mulai Oktober 2026

"Selain pendanaan dari perbankan, perusahaan juga terus mengeksplorasi alternatif pendanaan non perbankan, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, menjaga struktur permodalan, dan likuiditas yang sehat," ujarnya kepada Kontan, Kamis (20/8).

Lebih lanjut, Evi menyampaikan kenaikan biaya pendanaan tidak serta-merta membuat perusahaan menaikkan tarif bunga gadai kepada nasabah. Dia bilang Gadai Mas Nusantara akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar dan biaya pendanaan, dengan tetap mempertimbangkan daya saing dan kebutuhan nasabah. 

"Perusahaan juga akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan tarif tetap kompetitif, serta sesuai dengan karakteristik masing-masing produk," tuturnya.

Saat ini, Evi menyebut sumber pendanaan perusahaan berasal dari modal sendiri dan pendanaan dari perbankan sebagai salah satu sumber utama. Ke depannya, dia menerangkan perusahaan akan terus mengeksplorasi alternatif sumber pendanaan non perbankan agar dapat lebih memperkuat struktur pendanaan, serta mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Baca Juga: BSI Siapkan Pengembangan Bisnis Simpanan Emas, Bidik Ekspansi Bullion Bank

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×