kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Biaya Kuliah Tinggi Berdampak kepada Fintech Lending Pendidikan? AFPI Bilang Begini


Senin, 20 Mei 2024 / 16:48 WIB
Biaya Kuliah Tinggi Berdampak kepada Fintech Lending Pendidikan? AFPI Bilang Begini
ILUSTRASI. Peer to Peer (P2P) Landing. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya kuliah yang tinggi baru-baru ini menjadi sorotan publik dan sempat menuai aksi protes dari para mahasiswa di Indonesia. Untuk mencari dana guna membayar uang kuliah, tak menutup kemungkinan mahasiswa berpotensi meminjam di fintech peer to peer (P2P) lending.

Mengenai hal itu, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai masih cukup dini melihat dampak dari adanya kenaikan biaya kuliah terhadap kinerja fintech P2P lending sektor pendidikan.

"Sebab, kebijakan kenaikan UKT juga masih baru," ungkapnya kepada Kontan, Senin (20/5). 

Meskipun demikian, Andrisyah menerangkan prospek penyaluran fintech P2P lending pendidikan pada masa depan masih terlihat cerah. 

Baca Juga: Data Fintech Lending Bakal Masuk SLIK, Begini Kata BantuSaku

Sebab, dia bilang adanya kebutuhan pendanaan pendidikan terus meningkat, penetrasi internet yang makin luas, dan perkembangan inovasi teknologi fintech yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam melayani peminjam. 

"Secara keseluruhan, prospek penyaluran fintech P2P lending pendidikan pada masa depan masih terlihat positif. Namun, fintech P2P lending pendidikan perlu terus berinovasi dan meningkatkan layanannya agar dapat bersaing di pasar yang makin ketat," katanya.

Berdasarkan data OJK, hingga Maret 2024, outstanding pinjaman fintech P2P lending tercatat sebesar Rp 62,16 triliun. Adapun penyaluran di sektor pendidikan sebesar Rp 11,38 miliar per Maret 2024. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×