Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
Dana tersebut kemudian dikelola untuk memberikan efek pengganda bagi perekonomian Jawa Timur, antara lain melalui penyaluran kredit kepada masyarakat, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta korporasi di berbagai sektor.
Bank Jatim juga terus meningkatkan penghimpunan dana masyarakat, terutama dana murah non-pemda.
Strategi yang dilakukan mencakup optimalisasi layanan J Connect Mobile untuk memperkuat transaksi perbankan, meningkatkan fee based income, serta menjalankan berbagai program pemasaran untuk retensi dan akuisisi nasabah.
“Fokus utama Bank Jatim tetap pada peningkatan dana organik bank, khususnya CASA non-pemda,” kata Wahyukusumo.
Baca Juga: Belanja Pemda Masih Rendah, Dana Pemda di BPD Beragam
Selain dana organik, Bank Jatim juga mengoptimalkan sumber pendanaan non-organik melalui pasar antarbank dan penerbitan obligasi, dengan tetap memperhatikan kebijakan makroprudensial Bank Indonesia.
Meski demikian, Bank Jatim mengakui bahwa apabila terjadi kondisi yang memengaruhi rasio likuiditas, bank perlu melakukan upaya pemenuhan likuiditas yang dapat berdampak terhadap cost of fund.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Bank Nagari Gusti Candra mengatakan, pemerintah daerah diperkirakan akan merespons rencana tersebut dengan mempercepat belanja atau penyerapan APBD.
Menurutnya, pada semester II, terutama akhir kuartal III dan sepanjang kuartal IV, pencairan dana pemda di BPD memang biasanya meningkat dari sisi intensitas maupun volume.
Gusti menilai siklus penempatan dan penggunaan dana pemda merupakan proses rutin yang telah berlangsung setiap tahun. Karena itu, BPD telah mempersiapkan penataan likuiditas dan menjaga tingkat likuiditas sesuai ketentuan regulator.
Saat ini, dana pemda di Bank Nagari berada di kisaran 20%–25% dari total DPK. Porsinya diperkirakan akan berkurang secara bertahap menjelang tutup buku tahunan.
Baca Juga: Serapan Anggaran Masih Rendah, Dana Pemda Mengendap di BPD DIY
Untuk mengantisipasi potensi penurunan dana pemda, Bank Nagari meningkatkan penghimpunan DPK non-pemda melalui berbagai program, seperti undian tabungan berhadiah, promo tabungan berhadiah langsung, promo deposito ritel, promo belanja QRIS, dan promo merchant.
Gusti mengatakan, dampak penarikan dana pemda terhadap cost of fund masih dapat dikelola sehingga tidak menyebabkan suku bunga dasar kredit (SBDK) meningkat tajam.
“Pengaruh penarikan dana pemda terhadap cost of fund relatif masih dalam rentang tidak membuat SBDK naik tajam karena BPD sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasinya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














