kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Gagal Tebus di Budi Gadai Tembus Rp 3,7 Miliar per Agustus 2025


Rabu, 03 September 2025 / 19:41 WIB
Gagal Tebus di Budi Gadai Tembus Rp 3,7 Miliar per Agustus 2025
ILUSTRASI. PT Budi Gadai Indonesia mencatat nilai barang yang gagal ditebus nasabah mencapai Rp 3,7 miliar per Agustus 2025. Angka tersebut setara dengan rasio gagal tebus sekitar 15,7%.


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Budi Gadai Indonesia mencatat nilai barang yang gagal ditebus nasabah mencapai Rp 3,7 miliar per Agustus 2025. Angka tersebut setara dengan rasio gagal tebus sekitar 15,7%.

Direktur Budi Gadai, Budiarto Sembiring, menyampaikan bahwa tingkat gagal tebus tersebut masih berada dalam batas wajar. Ia menambahkan angka ini tidak menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan kinerja perusahaan sebelumnya.

"Secara umum, aktivitas tebus-menebus masih berjalan normal, dan sejauh ini tidak terdapat indikasi bahwa situasi eksternal berdampak langsung terhadap potensi gagal tebus di perusahaan," ujar Budiarto kepada Kontan, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga: Budi Gadai Nilai Penurunan Suku Bunga BI Tak Langsung Membuat Bunga Gadai Berubah

Meski begitu, ia juga menanggapi tren kenaikan harga emas yang terjadi belakangan. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap bisnis perusahaan.

Hingga saat ini, Budiarto menjelaskan bahwa hingga saat ini perseroan masih menggunakan harga taksiran emas di kisaran Rp 1,6 juta per gram.

"Kami memantau perkembangan harga emas secara berkala, namun sampai sekarang belum ada perubahan signifikan yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti aksi unjuk rasa," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×