kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.945   28,00   0,17%
  • IDX 9.100   24,29   0,27%
  • KOMPAS100 1.259   2,84   0,23%
  • LQ45 890   0,86   0,10%
  • ISSI 331   1,17   0,36%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,62   0,68%
  • IDX80 140   0,20   0,14%
  • IDXV30 148   1,16   0,79%
  • IDXQ30 146   0,52   0,36%

Harga Saham BBTN Melonjak, Investor Asing Borong, Cuan Menanti?


Senin, 19 Januari 2026 / 11:28 WIB
Harga Saham BBTN Melonjak, Investor Asing Borong, Cuan Menanti?
ILUSTRASI. Saham BBTN melesat 5,6% pekan lalu, diborong asing Rp 27,8 miliar.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terlihat melonjak 5,60% dalam sepekan terakhir. Kinerja tersebut menandai breakout dari pola konsolidasi yang telah berlangsung dalam satu bulan dan menempati posisi tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (19/1) di jam 10.52 WIB, harga saham BBTN berada di level Rp 1.225 atau naik 0,41%. Pada pembukaan perdagangan sahamnya sempat berada di level Rp 1.220 per saham.

Pada pekan lalu, saham BBTN juga bergerak dalam rentang yang sangat luas antara Rp 1.150 hingga Rp 1.245, menunjukkan volatilitas tinggi di pekan yang berlangsung dalam empat sesi.  Di sisi lain, kenaikan tajam diikuti dengan volume yang sangat tinggi mengindikasikan adanya akumulasi kuat dan pergeseran sentimen menjadi positif. 

Baca Juga: BTN (BBTN) Melesat? BRI Danareksa Beri Rekomendasi Beli & Target Harga di Rp 1.300

Aktivitas transaksi atas saham BBTN pekan lalu melonjak dibandingkan pekan sebelumnya di seluruh indikator. Rata-rata volume perdagangan dan nilai transaksi bahkan meningkat di atas 100% dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya. 

Investor asing di sisi lain mencatat net buy Rp 27,8 miliar sepanjang pekan lalu, hasil dari net buy di tiga sesi dan net sell di satu sesi. Aliran modal asing paling deras berlangsung di sesi Selasa (13/1/2026) sebesar Rp 10 miliar dan sesi Rabu (14/1/2026) sebanyak Rp 14,7 miliar.

Pada perdagangan Rabu, saham BBTN juga berhasil menembus (breakout) resisten 1175 dengan diiringi lonjakan volume transaksi dan net buy. Harga terus menanjak hingga menyentuh level Rp 1.220.

Net buy pekan lalu melanjutkan tren positif sejak awal tahun di mana secara kumulatif total aliran modal investor asing atas saham BBTN mencapai Rp51,26 miliar. 

Kinerja saham BBTN pekan lalu sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 1,55% dan indeks LQ45 yang menguat 2,47%. Begitu juga dengan indeks sektor keuangan (IDX Finance) yang menguat 1,02%. 

Pergerakan saham BBTN pekan lalu bersamaan dengan sejumlah momentum, antara lain; Rebranding e’Batarapos menjadi BTN Pos, kepastian subsidi uang muka skema KPR Sejahtera FLPP dan rekomendasi “buy” dari sejumlah sekuritas. 

BTN mengganti e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos untuk memperluas basis dana murah, dengan target CASA Rp5 triliun dalam setahun. Strateginya bertumpu pada distribusi lewat hampir 3.000 kantor pos dan transaksi digital berbasis aplikasi Bale by BTN, terutama di segmen Gen Z dan wilayah 3T.

Baca Juga: Bank Tabungan Negara (BBTN) Ajukan Tambahan Penempatan Dana SAL

Dari sisi program FLPP, Pemerintah tetap mempertahankan skema KPR Sejahtera pada 2026 dengan subsidi uang muka Rp4 juta untuk MBR guna menurunkan beban awal pembelian rumah. Harga rumah subsidi juga tidak naik dan masih mengikuti batas maksimal 2024 sesuai zonasi, sehingga menjaga keterjangkauan dan berpotensi menopang permintaan KPR di tengah pemulihan sektor properti.

Katalis positif lainnya bersumber dari penyerapan belanja BTN. Bank spesialis properti ini menghimpun dana Rp2,3 triliun melalui penerbitan dua obligasi pada Desember 2025. Dana bersih sebesar Rp2,28 triliun telah terserap sepenuhnya per 31 Desember 2025. Sebanyak Rp294,80 miliar dialokasikan untuk proyek sosial dan perumahan terjangkau, sementara Rp1,99 triliun digunakan untuk memperkuat permodalan serta mendukung ekspansi kredit perusahaan.

Selain aspek fundamental, pelaku pasar juga menyoroti sisi teknikal pergerakan harga saham. Dalam riset yang dipublikasikan pekan lalu, Galeri Saham mencermati BBTN tengah berkonsolidasi sehat dan terus menguji level resisten terkuatnya di level 1175.  

“Jika level ini berhasil ditembus dan bertahan di atasnya, tentu ada potensi bagi BBTN untuk bergerak naik lebih tinggi menuju 1395 dengan minor target di 1270. Support yang naik terus menunjukkan adanya dominasi buyer di saham ini. Tren optimizer yang berubah warna dari merah panjang ke putih menunjukkan saham ini berada di fase bottom reversal,” tulis Galeri Saham dikutip Senin (19/1). 

Selanjutnya: Gozco Capital Borong Saham BBYB Rp 98 Miliar, Kepemilikan Naik Jadi 9,31%

Menarik Dibaca: Penyimpanan Penuh? Ini Trik Memindahkan Video Besar ke Google Drive

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×