kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.754   10,00   0,06%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Ini alasan BI belum keluarkan aturan standarisasi QR Code


Senin, 24 September 2018 / 12:22 WIB
ILUSTRASI. QR Code JakOne Mobile dari Bank DKI


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aturan standarisasi QR Code saat ini masih dibahas oleh tim di Bank Indonesia (BI). Pembahasan terakhir ini adalah terkait pilot project dengan beberapa bank, perusahaan switching, asosiasi dan regulator.

Onny Widjanarko, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI bilang, aturan standarisasi QR code saat ini masih dalam tahap pilot project. “Baru mulai September 2018 ini pilotnya,” kata Onny kepada kontan.co.id, Senin (24/9).

Menurut BI, masih lamanya aturan standarisasi QR code ini keluar karena regulator ingin lebih hati hati dan cermat dalam membuat standardnya. Sehingga, standarisasi ini diharapkan bisa diterapkan ke semua sistem.

Nantinya dengan adanya QR Code, merchant tidak harus menggunakan mesin EDC, namun hanya dengan menggunakan QR Code dan ponsel. Merchant kecil juga akan memperoleh keuntungan dan kemudahan dengan aturan ini.

Punky Purnomo Wibowo, Direktur Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI mengatakan, adanya standarisasi QR code, akan terjadi interoperability dan interkoneksi.

“Sehingga antara satu media pembayaran ke media pembayaran lain bisa terhubung,” kata Punky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×