kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini penyebab NPL BRI naik menjadi 2,46% di kuartal III-2018


Rabu, 24 Oktober 2018 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. Paparan Kinerja BRI


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjelaskan kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) sampai kuartal III-2018. Hingga kuartal III-2018 NPL BRI naik menjadi 2,46% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2,33%.

Kuswiyoto, Direktur BRI mengatakan, kenaikan NPL ini lebih disebabkan oleh sektor korporasi. “Ada satu perusahaan service minyak mentah off shore yang sedang mengalami penurunan usaha dan belum terecover,” kata Kuswiyoto dalam paparan kinerja, Rabu (24/10).

BRI menargetkan penyelesaikan kredit bermasalah perusahaan layanan minyak ini bisa selesai pada akhir tahun. Selain itu, Kuswiyoto bilang sektor lain yang menyumbang kredit bermasalah adalah perusahaan di bidang benih.

Terkait ini BRI melakukan sindikasi di luar negeri, hal ini masih terkait dengan nasabah korporasi. Untuk menyelesaikan NPL ini, BRI akan melakukan restrukturisasi. Selain itu sebenarnya, BRI sudah melakukan pencadangan yang cukup.

Sehingga pada kuartal III-2018 ini tidak perlu lagi mengalokasikan pencadangan tambahan. Sampai akhir tahun rasio pencadangan akan dijaga di angka 191%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×