Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi meluncurkan program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) pada Selasa (25/8/2026). Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2029. Adapun potensi investasi yang disebut mencapai sekitar US$ 71,3 miliar atau sekitar Rp 1.140 triliun.
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai pengembangan PLTS sebagai salah satu peluang pertumbuhan bisnis bagi industri asuransi, seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur energi terbarukan di Indonesia.
"Dari sisi asuransi, proyek PLTS memiliki berbagai potensi risiko yang perlu dikelola, baik pada tahap pembangunan maupun saat fasilitas telah beroperasi," ujar Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Premi Asuransi Jasindo Capai Rp 1,4 Triliun, Kontribusi Bancassurance Baru 4%
Lebih lanjut, Gema mengatakan ada sejumlah lini asuransi yang bisa terlibat dalam menggarap program tersebut. ?Untuk perlindungan aset dan peralatan PLTS, dia menyebut beberapa lini yang relevan, antara lain Comprehensive Machinery Insurance (CMI) dan Industrial All Risk (IAR) yang dapat dilengkapi dengan Machinery Breakdown (MB).
"Perlindungan tersebut pada prinsipnya dapat disesuaikan dengan karakteristik, tahapan, nilai aset, serta profil risiko dari masing-masing proyek," tuturnya.
Sementara itu, Gema menyampaikan Asuransi Jasindo melalui Risk Management Partnership memiliki kapasitas untuk memberikan perlindungan terhadap aset dan peralatan industri, termasuk yang berkaitan dengan infrastruktur energi. Untuk proyek PLTS, dia mengatakan kebutuhan dan cakupan perlindungan akan disesuaikan dengan karakteristik, nilai aset, serta eksposur risiko dari masing-masing proyek.
Baca Juga: Jasindo Terapkan Strategi Ini Antisipasi Peningkatan Risiko Akibat Bencana Alam
Ke depannya, Gema menerangkan seiring dengan akselerasi transisi energi dan meningkatnya pembangunan infrastruktur energi terbarukan, kebutuhan terhadap pengelolaan risiko juga akan makin penting.
"Dengan demikian, asuransi tidak hanya berperan dalam memberikan perlindungan terhadap aset, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung keberlanjutan investasi dan operasional proyek energi terbarukan di Indonesia," ungkap Gema.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Jasindo mencatatkan premi bruto sebesar Rp 1,58 triliun per Juli 2026. Adapun klaimnya mencapai Rp 1,36 triliun per Juli 2026.
Baca Juga: Jasindo Ungkap Strategi Jaga Profitabilitas di Sepanjang Tahun 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














