kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Kredit macet KUR di Mandiri Syariah semakin parah


Kamis, 14 Agustus 2014 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Cara Membuat Akun Google Baru melalui Aplikasi hingga Browser


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kredit macet dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Bank Syariah Mandiri (BSM) sepertinya semakin membengkak di semester I-2014.

Tak tanggung-tanggung, per Juni 2014 rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF) BSM masih bertahan di level 12,5% naik dari tahun lalu yang masih berada di level 7,1%.

Taufik Machrus, Sekretaris Perusahaan BSM yang dikonfirmasi oleh KONTAN sejak Senin (11/8) lalu hingga berita ini diturunkan, belum juga memberikan jawaban apa yang menjadi penyebab tingginya kredit macet tersebut.

Berdasarkan data Komite KUR, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, jumlah KUR yang telah dikucurkan oleh BSM mencapai Rp 3,77 triliun, tumbuh 15,64% secara year on year (yoy). Sementara jumlah debitur KUR BSM meningkat dari 44.826 debitur menjadi 55.218 debitur KUR di bulan Juni 2014.

Adapun rata-rata KUR yang dikucurkan justru mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 72,8 juta menjadi Rp 68,3 juta per debitur di bulan Juni 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×