Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank telah merilis laporan keuangan semester I-2025. Dari data tersebut terlihat, beberapa bank mencatatkan penurunan laba bersih cukup signifikan hingga akhir Juni 2025. Kendati begitu, bank masih optimistis membidik perbaikan kinerja di semester-II 2025.
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) salah satunya. Bank ini mengalami penurunan laba bersih cukup dalam. Laba bersihnya anjlok 74,90% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 82,7 miliar, padahal pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 328,9 miliar.
Kemerosotan ini didorong oleh peningkatan beban operasional yang naik menjadi Rp 742,1 miliar dari sebelumnya Rp 449,4 miliar. Selain itu, biaya provisi meningkat menjadi Rp 130,7 miliar dari Rp 119,5 miliar, serta pendapatan nonbunga menurun menjadi Rp 111,9 miliar dari Rp 167,3 miliar.
Direktur Risiko dan Kepatuhan Bank Woori Saudara, Wuryanto, bilang bahwa penurunan laba bersih pada semester I-2025 disebabkan oleh langkah antisipatif Bank Woori Saudara dalam memperbesar pencadangan serta penyesuaian beban operasional yang bersifat sementara.
Baca Juga: Laba Bank Woori Saudara (SDRA) Merosot 74,8% di Semester-I 2025
“Meski demikian, kami tetap optimistis menghadapi semester II. Potensi pemulihan ekonomi dan efisiensi operasional akan menjadi pendorong perbaikan kinerja,” kata Wuryanto saat dihubungi Kontan, Jumat (29/8/2025).
Wuryanto menjelaskan bahwa strategi dalam memperbaiki kinerja yang akan dilakukan oleh perusahaan ialah fokus pada pengendalian biaya dana, selektivitas dalam penyaluran kredit, serta penguatan kualitas aset dan tata kelola risiko.
“Kami yakin, fundamental Bank Woori Saudara tetap solid dan siap menangkap peluang pertumbuhan di paruh kedua 2025,” pungkasnya.
Lebih lanjut, anak usaha Woori Bank Korea ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 4,1% yoy menjadi Rp 871,02 miliar, dari perolehan sebelumnya yang Rp 836,36 miliar.
Baca Juga: Bank Woori Saudara (SDRA) Raih Pinjaman dari Woori Bank Senilai US$ 500 Juta
Peningkatan ini didorong oleh penurunan beban bunga hingga 4,86% yoy menjadi Rp 1,11 triliun, meski pendapatan bunga secara keseluruhan relatif stagnan di angka Rp1.985,76 miliar. Alhasil net interest margin (NIM) meningkat menjadi 3,29% yoy pada semester I-2025.
Selain itu, Bank Woori Bersaudara mengumpulkan pendapatan non-bunga mencapai Rp 111,91 miliar. Namun, perlu dicermati bahwa beban kerugian penurunan nilai aset keuangan atau biaya pencadangan mengalami peningkatan menjadi Rp130,74 miliar, dari sebelumnya yang Rp 119,46 miliar.
Adapun dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp26,83 triliun. Sementara, penyaluran kredit kepada pihak ketiga senilai Rp 46,88 triliun pada akhir Juni 2025, hampir stagnan dibandingkan posisi Desember 2024.
Rasio NPL bruto berada di level 2,39%, dan NPL neto 1,57%. Rasio kecukupan modal (CAR) juga solid di 31,1%, dengan total aset mencapai Rp 58,28 triliun per akhir Juni 2025.
Baca Juga: Bank Woori Saudara Panen Cuan Digital, Fee-Based Income Hampir Sentuh Rp 20 Miliar
Selanjutnya: 10 Serial Netflix Teratas di Akhir Pekan Ini, Bon Appetit Your Majesty No. 1
Menarik Dibaca: Keunggulan Vivo Y500: Dari Desain Modern hingga Daya Tahan Super
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News