kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Menakar prospek bisnis insurtech


Kamis, 03 Januari 2019 / 23:14 WIB
Menakar prospek bisnis insurtech
ILUSTRASI. Ilustrasi Asuransi


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

Belum ada aturan jelas

Ketua Pemasaran dan Pengembangan Produk AAUI Christian Wanadi mengatakan, bisnis asuransi berbasis teknologi digital akan semakin semarak. Hal ini akan mengikuti perkembangan perusahaan e-commerce dan tekfin yang semakin hari juga semakin naik daun.

Sayangnya, langkah perusahaan asuransi memasarkan produk lewat kanal digital atau biasa disebut insurtech masih belum bisa maksimal karena masih menunggu aturan main dari OJK.

Ketiadaan aturan tersebut, di satu sisi cukup disayangkan. Pasalnya, pemasaran secara digital dinilai mempunyai prospek pasar yang besar, karena bisa memudahkan masyarakat untuk mengakses asuransi.

Direktur Eksekutif AAUI Achmad Dody Sudiyar Dalimunthe menambahkan, keinginan industri ke depannya di era digital ini adalah bisa menerbitkan e-policy, tanpa harus ada hard-copy dan tanda tangan basah. Ia berharap OJK bisa segera menerbitkan aturan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×