kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Menakar prospek bisnis insurtech


Kamis, 03 Januari 2019 / 23:14 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Asuransi


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

Belum ada aturan jelas

Ketua Pemasaran dan Pengembangan Produk AAUI Christian Wanadi mengatakan, bisnis asuransi berbasis teknologi digital akan semakin semarak. Hal ini akan mengikuti perkembangan perusahaan e-commerce dan tekfin yang semakin hari juga semakin naik daun.

Sayangnya, langkah perusahaan asuransi memasarkan produk lewat kanal digital atau biasa disebut insurtech masih belum bisa maksimal karena masih menunggu aturan main dari OJK.

Ketiadaan aturan tersebut, di satu sisi cukup disayangkan. Pasalnya, pemasaran secara digital dinilai mempunyai prospek pasar yang besar, karena bisa memudahkan masyarakat untuk mengakses asuransi.

Direktur Eksekutif AAUI Achmad Dody Sudiyar Dalimunthe menambahkan, keinginan industri ke depannya di era digital ini adalah bisa menerbitkan e-policy, tanpa harus ada hard-copy dan tanda tangan basah. Ia berharap OJK bisa segera menerbitkan aturan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×