Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
Setelah periode itu, Ogi mengatakan perlu transisi yang baik ke portofolio investasi yang memberikan penghasilan tetap dan dapat memberikan imbal hasil yang baik, seperti obligasi.
Selanjutnya, pada periode 5 tahun terakhir menjelang pensiun, sebaiknya investasi ditempatkan pada segmen pasar uang untuk memastikan ketersediaan aset yang likuid untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo.
Hal yang sama juga disampaikan Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila.
Baca Juga: Aset Dana Pensiun Bank Mandiri Capai Rp 11,24 Triliun per Juli 2025
Dia menyebut OJK mendorong agar dana pensiun bisa menerapkan investasi dengan skema durasi masa kerja peserta (life-cycled funds).
Selain menjalankan mandat Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK),
Iwan menambahkan skema tersebut juga menjadi pertimbangan adanya aturan manajer investasi boleh menjadi pendiri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
"Jadi, kami ingin mendorong pendalaman dan menaikkan size (aset) dana pensiun," kata Iwan.
Menurut Iwan, tantangan besar saat ini adalah pengembangan dana pensiun yang belum dikaitkan dengan usia peserta pensiun atau penerapan life cycle fund.
Pada banyak negara, dia bilang investasi dana pensiun sudah dikaitkan dengan usia pekerja, sehingga dapat mengoptimalkan hasil investasi.
"Untuk menunjang hal itu diperlukan size dana yang besar untuk memastikan tercapainya economy of scale, serta ditopang oleh keberadaan expertise dan risk management yang dilaksanakan secara disiplin," ungkap Iwan.
Selanjutnya: Xpeng Nilai Ketidakpastian Insentif EV Tekan Permintaan
Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













