Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri dana pensiun untuk merencanakan kegiatan investasi yang didasarkan pada skema durasi masa kerja peserta atau life cycled fund.
Mengenai hal itu, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist menilai skema life cycled fund begitu penting untuk diterapkan bagi peserta dana pensiun.
Ketua Pengurus DPLK Avrist Firmansyah mengatakan hal itu diperlukan karena investasi peserta ketika mendekati masa pensiun sebaiknya ditempatkan di instrumen yang lebih konservatif dan jangan sampai malah di akhir atau menjelang masa pensiun malah ditempatkan di instrumen dengan volatilitas tinggi.
Baca Juga: Dana Pensiun Bank Mandiri Jaga Pendanaan di Tengah Perlambatan Peserta Aktif
"Dengan demikian, ketika dia mau pensiun bisa stabil, sehingga jangan ditaruh di saham, bisa saja jatuh," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Firmansyah mengatakan tujuan dari adanya skema life cycled fund salah satunya adalah menjaga dana pensiun para nasabah. Dia juga setuju dengan skema itu dan mengaku telah menjalankan skema tersebut.
Meski telah menjalankan skema tersebut, Firmansyah menyampaikan bahwa pihaknya tetap menyerahkan strategi investasi ke peserta masing-masing.
"Jadi, memang kami sudah harus menjalankan life cycle fund. Namun, sesuai dengan aturan juga, bahwa jika peserta itu ingin berbeda, diperbolehkan. Jadi, kami kembalikan lagi kepada peserta," kata Firmansyah.
Sebagai informasi jumlah peserta DPLK Avrist mencapai 29.253 orang hingga Desember 2025, atau tumbuh 12,3% secara Year on Year (YoY).
Baca Juga: Dana Pensiun Bank Mandiri Jaga Pendanaan di Tengah Perlambatan Penambahan Peserta
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan skema life cycled fund perlu diterapkan dalam rangka mendukung pertumbuhan aset dana pensiun yang didasarkan pada karakterisktik dan durasi kewajiban.
"Kami mendorong dana pensiun untuk merencanakan kegiatan investasi yang didasarkan pada durasi masa kerja peserta (life-cycled funds)," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK.
Ogi mencontohkan untuk peserta yang baru bekerja, maka iuran dana pensiun sebaiknya diinvestasikan pada investasi yang lebih menghasilkan return lebih tinggi dengan risiko yang terukur. Hal itu mungkin dilakukan untuk periode 10-15 tahun pertama.
Setelah periode itu, Ogi mengatakan perlu transisi yang baik ke portofolio investasi yang memberikan penghasilan tetap dan dapat memberikan imbal hasil yang baik, seperti obligasi.
Selanjutnya, pada periode 5 tahun terakhir menjelang pensiun, sebaiknya investasi ditempatkan pada segmen pasar uang untuk memastikan ketersediaan aset yang likuid untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo.
Hal yang sama juga disampaikan Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila.
Baca Juga: Aset Dana Pensiun Bank Mandiri Capai Rp 11,24 Triliun per Juli 2025
Dia menyebut OJK mendorong agar dana pensiun bisa menerapkan investasi dengan skema durasi masa kerja peserta (life-cycled funds).
Selain menjalankan mandat Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK),
Iwan menambahkan skema tersebut juga menjadi pertimbangan adanya aturan manajer investasi boleh menjadi pendiri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
"Jadi, kami ingin mendorong pendalaman dan menaikkan size (aset) dana pensiun," kata Iwan.
Menurut Iwan, tantangan besar saat ini adalah pengembangan dana pensiun yang belum dikaitkan dengan usia peserta pensiun atau penerapan life cycle fund.
Pada banyak negara, dia bilang investasi dana pensiun sudah dikaitkan dengan usia pekerja, sehingga dapat mengoptimalkan hasil investasi.
"Untuk menunjang hal itu diperlukan size dana yang besar untuk memastikan tercapainya economy of scale, serta ditopang oleh keberadaan expertise dan risk management yang dilaksanakan secara disiplin," ungkap Iwan.
Selanjutnya: Xpeng Nilai Ketidakpastian Insentif EV Tekan Permintaan
Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













