kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Penyaluran Kredit Infrastruktur Perbankan Kian Melaju


Jumat, 10 April 2026 / 16:49 WIB
Penyaluran Kredit Infrastruktur Perbankan Kian Melaju
ILUSTRASI. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan ke sektor infrastruktur masih terus bertumbuh. Ini sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk melanjutkan proyek infrastruktur.

Bank Mandiri misalnya, berhasil menyalurkan kredit infrastruktur mencapai Rp 491,63 triliun hingga Februari 2026, tumbuh 30,8% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 375,85 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan, penyaluran kredit ini mencerminkan keunggulan yang berkelanjutan dalam kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri, yang didukung oleh sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan yang komprehensif dari hulu hingga hilir.  

Baca Juga: BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 131,53% pada Kuartal I-2026

Lebih lanjut Riduan menyampaikan, komitmen tersebut selaras dengan arah pembangunan pemerintah yang menempatkan infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, Bank Mandiri terus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis untuk memperkuat daya saing, memperluas pemerataan, dan mendorong manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan.

"Kami meyakini, pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” ujar Riduan dalam siaran pers, Selasa (7/4).

Lebih lanjut Riduan menjelaskan, pembiayaan tersebut telah menjangkau berbagai subsektor strategis, mulai dari jalan dan transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat, fasilitas kota, hingga konstruksi.

Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang memberikan dampak nyata bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional.  

“Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional. Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah,” imbuhnya.

Secara rinci, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai mencapai Rp118,03 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 18,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, subsektor konstruksi infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 178,19% yoy menjadi Rp85,84 triliun. 

Adapun pembiayaan pada pembangunan jalan juga meningkat 11,08% secara tahunan menjadi Rp54,84 triliun, sedangkan subsektor telematika tercatat tumbuh 12,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu hingga mencapai Rp44,34 triliun.

Ke depan, Bank Mandiri meyakini prospek sektor infrastruktur tetap positif seiring berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menopang pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem Danantara akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui beragam solusi pembiayaan, termasuk skema sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan.

“Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan kekuatan jaringan, pengalaman, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional,” tutup Riduan.

Di sisi lain, Bank Central Asia juga menunjukkan komitmen dalam pembiayaan sektor infrastruktur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyampaikan, hingga akhir 2025, BCA telah menyalurkan kredit konstruksi sebesar Rp43,7 triliun atau tumbuh 11,9% YoY.

Secara total, kredit modal kerja BCA mencapai Rp439,8 triliun atau meningkat 6,9% YoY. Perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan risiko di tengah dinamika ekonomi.

Hera mengatakan, BCA senantiasa mendorong penyaluran kredit di berbagai sektor potensial, dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian sesuai dengan dinamika makroekonomi domestik maupun global. 

"BCA akan terus menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan risiko," imbuhnya.

Baca Juga: Wuryanto Mundur dari Kursi Direktur Bank Woori Saudara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×