Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
Christian menambahkan sampai saat ini Aswata memiliki tenaga marketing sekitar 450 orang dan tersebar di seluruh Indonesia.
Adapun Aswata mencatatkan premi bruto Aswata hingga Juli 2023 mencapai Rp 1,27 triliun. Pencapaian itu tumbuh 10%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, PT Asuransi Astra Buana atau Asuransi Astra menerapkan strategi omni channel dalam menjalankan bisnis atau menerapkan kolaborasi antara offline dengan online.
Head of PR, Marcomm, dan Event Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto menilai, digitalisasi bukan menghilangkan jalur konvensional sepenuhnya.
Sebab, perilaku masyarakat di Indonesia tetap perlu mendapatkan kepercayaan melalui sistem offline, khususnya untuk produk asuransi.
"Bisa menerapkan pencarian secara online, lalu ke offline untuk mendapatkan penjelasan langsung dan membeli secara offline. Bisa juga bertanya secara offline, lalu membeli secara online," ungkapnya kepada Kontan.co.id.
Menurut Iwan, digitalisasi bukan hanya berbicara tentang penjualan, melainkan proses operasional agar layanan lebih terintegrasi, memudahkan, dan mendapatkan pengalaman berkesan bagi pelanggan di setiap tahapan.
Baca Juga: Tak Gunakan Banyak Tenaga Pemasar, Simas Insurtech Sebut 90% Proses Pakai Digital
Dia pun menegaskan Asuransi Astra selalu berusaha untuk memberikan peace of mind kepada seluruh pelanggan dengan konsisten meningkatkan kualitas layanan serta melakukan pengembangan produk-produk dan senantiasa ikut serta dalam perkembangan digital agar dapat terus memberikan kemudahan serta menjawab kebutuhan para pelanggan.
Di sisi lain, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyampaikan, industri asuransi umum masih memerlukan tenaga pemasar dalam memasarkan produk karena belum semua perusahaan asuransi umum beralih ke sistem digital.













