kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.014   33,00   0,18%
  • IDX 5.863   -12,61   -0,21%
  • KOMPAS100 761   -4,05   -0,53%
  • LQ45 578   -3,74   -0,64%
  • ISSI 204   0,07   0,04%
  • IDX30 327   -1,83   -0,56%
  • IDXHIDIV20 404   -2,71   -0,67%
  • IDX80 86   -0,47   -0,54%
  • IDXV30 110   -0,52   -0,48%
  • IDXQ30 105   -0,84   -0,79%

Strategi Allo Bank Agar Tetap Efisien di Tengah Tren Bunga Deposito Tinggi


Kamis, 01 Januari 2026 / 12:54 WIB
Diperbarui Kamis, 01 Januari 2026 / 12:55 WIB
Strategi Allo Bank Agar Tetap Efisien di Tengah Tren Bunga Deposito Tinggi
ILUSTRASI. Allo Bank (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berupaya mengatur biaya dana alias cost of fund (COF) di tengah tingginya tawaran bunga deposito. 

Saat ini, Allo Bank menawarkan suku bunga deposito hingga 5,5%, turun dari nilai maksimal 7,5% sebelumnya. Namun, level maksimal tersebut masih lebih tinggi dari suku bunga maksimal yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yakni 3,5%. 

Head of Digital Strategy Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan penetapan bunga deposito di level tinggi memang berdampak pada biaya dana (cost of fund). Namun, strategi tersebut dijalankan secara terukur dan selektif dengan pengelolaan neraca yang ketat.

Baca Juga: BEI Pastikan Bank Jakarta Belum IPO dalam Waktu Dekat

“Bunga deposito kami posisikan sebagai instrumen taktis, terutama untuk menjaga stabilitas likuiditas dan memperkuat struktur pendanaan jangka menengah,” ujar Destya kepada Kontan, Senin (29/12/2025). 

Sebagai gambaran, Allo Bank mencatatkan beban bunga sebesar Rp 341,73 miliar per Oktober 2025. Dengan total dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 9,66 triliun, posisi COF bank berada di kisaran 3,5%. 

Dari sisi biaya, perusahaan ini secara aktif melakukan manajemen aset dan liabilitas agar dampak kenaikan biaya dana tetap berada dalam batas yang sehat dan terkendali.

Ke depan, Allo Bank membuka peluang penyesuaian tingkat bunga deposito seiring dengan penguatan struktur pendanaan. Hal ini ditopang oleh peningkatan dana murah (CASA), bertambahnya jumlah nasabah aktif, serta perbaikan kualitas transaksi di dalam ekosistem digital perseroan.

“Seiring membaiknya basis pendanaan dan kondisi likuiditas, benefit deposito akan kami evaluasi dan sesuaikan secara bertahap, dengan tetap memperhatikan tren industri dan arah suku bunga acuan,” jelasnya.

Destya menegaskan, strategi pendanaan Allo Bank tidak hanya bertumpu pada penawaran suku bunga, tetapi juga pada penguatan dana transaksi dari ekosistem, peningkatan keterlibatan nasabah aktif, serta inovasi produk tabungan dan transaksi yang mendorong dana mengendap secara alami.

Baca Juga: PPATK Blokir Rekening Dana Syariah Indonesia, Ini Alasannya

Dengan pendekatan tersebut, Allo Bank optimistis struktur biaya dana ke depan akan semakin efisien dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×