kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Sun Life Resmi Spin Off UUS dengan Mendirikan Sunlife Syariah, Ini Pertimbangannya


Selasa, 03 November 2026 / 17:57 WIB
Sun Life Resmi Spin Off UUS dengan Mendirikan Sunlife Syariah, Ini Pertimbangannya
ILUSTRASI. Sun Life Financial Indonesia resmi melakukan pemisahan atau spin off UUS menjadi Sunlife Syariah yang berdiri mandiri (full-fledged).  (Dok/Sun Life)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan kewajiban pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) di industri perasuransian dan harus dilakukan paling lambat pada akhir 2026. Adapun proses spin off UUS dapat dilakukan dengan mendirikan perusahaan secara mandiri atau mengalihkan portofolio ke perusahaan lain.

PT Sun Life Financial Indonesia resmi melakukan pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi PT Sun Life Financial Syariah Indonesia (Sunlife Syariah) yang berdiri mandiri (full-fledged). Asal tahu saja, izin pendirian tersebut diberikan OJK melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan nomor KEP-57/D.05/2026 per 22 Juli 2026.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan ada sejumlah pertimbangan dalam memutuskan spin off UUS dengan mendirikan perusahaan secara mandiri. Albertus menerangkan salah satu pertimbangannya adalah pihaknya ingin fokus untuk melayani segmen syariah atau masyarakat yang memang ingin menjalankan prinsip syariah.

Baca Juga: Perluas Ekosistem Pembiayaan, UMKM Didorong Perkuat Kapasitas dan Bisnis

"Tentunya nasabah yang tertarik dengan prinsip syariah, yaitu adil, transparan, dan tolong-menolong. Jadi, kami ingin lebih fokus dan mandiri," ungkapnya dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Barat, Minggu (1/11/2026).

Albertus juga menyampaikan adanya Sunlife Syariah memungkinkan pihaknya lebih berfokus pada pengembangan solusi perlindungan asuransi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan industri asuransi syariah di Indonesia. 

"Kami juga ingin mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan syariah dan memperluas aksesnya, agar lebih banyak keluarga tidak hanya memahami, tetapi juga benar-benar terlindungi," tuturnya.

Lebih lanjut, Albertus juga mengungkapkan tantangan dalam melakukan spin off dengan mendirikan perusahaan secara mandiri. Dia bilang tantangan datang dari permodalan, sumber daya manusia, hingga kesiapan informasi teknologi.

"Sebab, kami mau memastikan kalau syariah lahir, pelayanan kepada nasabah itu tidak terganggu sama sekali, tidak terdampak sama sekali, bahkan kalau bisa lebih baik lagi daripada sebelumnya," tuturnya.

Selain itu, Albertus juga mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus yang menangani spin off UUS. Dia bilang tim proyek tersebut bekerja hampir setahun untuk mempersiapkan semuanya.

Baca Juga: Tugure Bukukan Premi Bruto Rp 2,46 Triliun hingga Kuartal III-2026

"Namanya proyek hijrah. Jadi, proyek hijrah itu lebih kurang hampir setahun dan sudah berjalan dengan sangat baik," ujar Albertus.

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi perusahaan, unit usaha syariah Sun Life mencatatkan total aset gabungan sebesar Rp 2,54 triliun per Juni 2026. Adapun kontribusi gabungan mencapai Rp 171 miliar per Juni 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×