kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Tanpa Merger, KNEKS Sebut Spin Off Perbankan Syariah Sulit Bendung Dominasi BSI


Senin, 28 April 2025 / 20:36 WIB
Tanpa Merger, KNEKS Sebut Spin Off Perbankan Syariah Sulit Bendung Dominasi BSI
ILUSTRASI. Kebutuhan Uang Tunai: Teller menghitung uang di Kantor Cabang PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta, Kamis (13/3/2025). BSI Mengalokasikan kebutuhan uang tunai selama periode 1 Maret - 7 April 2025 sebanyak Rp 42,88 triliun meningkat sekitar 14% seiring dengan Ramadha dan Libur Idul Fitri. KONTAN/BAihaki/13/3/2025


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dominasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) di industri perbankan syariah sulit tertandingi. Meski ada aksi spin off, Bank Umum Syariah (BUS) yang terbentuk sulit tumbuh sebesar BSI.

Terbaru, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memilih untuk bikin bank baru yang nantinya menjadi Bank Umum Syariah (BUS) CIMB Niaga Syariah.

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memilih untuk mengakuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVS) sebagai cangkang dari BTN Syariah nantinya.

Baca Juga: Aksi Spin Off Dua Bank Syariah Belum Mampu Menyaingi BSI

Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat menilai perlu ada aksi merger maupun akuisisi agar cita-cita itu terwujud.

Ini juga sejalan dengan himbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berpandangan pentingnya konsolidasi di perbankan syariah.

Emir bilang akan sulit hal tersebut terjadi. Sebab, itu tak bisa disamakan dengan BSI yang dulunya merupakan bank-bank syariah milik pemerintah.

“Kalau seperti CIMB Niaga itu kan punya swasta, kan akan sulit jika misalnya mereka gabung dengan unit usaha syariah bank swasta lain yang dimiliki banyak negara,” ujar Emir kepada KONTAN, Senin (28/4).

Lebih lanjut, Emir melihat saat ini, baik itu BTN maupun CIMB Niaga, akan lebih dulu fokus untuk melakukan spin off. Pasalnya, dua bank ini sudah wajib untuk spin off karena asetnya telah melebihi Rp 50 triliun.

Baca Juga: Jelang Spin-Off Laba Bersih BTN Syariah Melesat 21,2% pada Kuartal I-2025

Sebagai informasi, total aset CIMB Niaga Syariah senilai Rp 67,5 triliun di Desember 2024. Sementara, BTN Syariah di Maret 2025 memiliki aset hanya sekitar Rp 61,2 triliun.

Spin off-nya kan kewajibannya, kalau ntar tidak melakukan, dia kena risiko kepatuhan kan, dia patuhin dulu regulasi, setelah itu cari partner untuk merger, gitu. Supaya tujuan konsolidasi tercapai,” ujar Emir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×