Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara atau cross border terus menunjukkan pertumbuhan pesat.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat lonjakan transaksi signifikan seiring meningkatnya adopsi pembayaran digital oleh masyarakat.
Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, Mesah Roni Ginting mengungkapkan, hingga akhir 2025 transaksi QRIS cross border BNI tumbuh sekitar 240% secara tahunan (year on year/yoy).
“Ini mencerminkan akselerasi adopsi yang sangat kuat di masyarakat,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: QRIS Cross Border Kian Diminati, Transaksi Tumbuh Pesat
Mesah menjelaskan, penggunaan QRIS di luar negeri saat ini didominasi untuk transaksi ritel sehari-hari, seperti belanja, makanan dan minuman, transportasi, hingga pembayaran di destinasi wisata.
Dari sisi cakupan, layanan QRIS cross border BNI kini telah tersedia di lima negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
Fitur ini memungkinkan nasabah melakukan pembayaran langsung menggunakan mata uang lokal tanpa perlu menukar valuta asing.
Secara regional, Malaysia masih menjadi kontributor terbesar terhadap transaksi QRIS cross border.
Tingginya penggunaan di negara tersebut didorong oleh mobilitas warga negara Indonesia yang tinggi, kedekatan geografis, serta kesiapan ekosistem QR antarnegara.
Baca Juga: Transaksi QRIS Lintas Negara BTN Melonjak, Malaysia Jadi Penyumbang Terbesar
“Selain itu, luasnya akseptasi merchant juga mendukung transaksi sehari-hari secara seamless,” jelasnya.
Ke depan, tren penggunaan QRIS cross border diproyeksikan terus meningkat seiring perubahan perilaku wisatawan yang semakin nyaman menggunakan QRIS dibandingkan uang tunai maupun kartu debit/kredit konvensional.
Sejalan dengan itu, Bank Indonesia (BI) juga berencana memperluas implementasi QRIS cross border ke sejumlah negara baru pada 2026, seperti Vietnam, Filipina, India, dan Uni Emirat Arab.
BNI pun membidik pertumbuhan transaksi QRIS secara keseluruhan mencapai sekitar 160% yoy sepanjang 2026.
Untuk mendorong pencapaian tersebut, BNI mengandalkan strategi perluasan akseptasi QRIS cross border, khususnya di kawasan wisata. Aktivasi dilakukan di berbagai titik strategis seperti bandara, hotel, agen perjalanan, hingga area wisata.
Baca Juga: BI Catat Transaksi QRIS Cross Border Tembus 7,6 Juta, Kini Bisa Dipakai di 5 Negara
Selain itu, BNI juga menggencarkan edukasi melalui pemasangan signage “QRIS Accepted Here” serta kerja sama dengan merchant lokal, guna meningkatkan awareness nasabah.
Dengan strategi tersebut, BNI optimistis penggunaan QRIS cross border akan terus meningkat dan semakin memperkuat ekosistem pembayaran digital Indonesia di kancah global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













