kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Tugu Insurance Garap Green Bond, Porsi Investasi Masih 2,3%


Senin, 13 April 2026 / 06:13 WIB
Tugu Insurance Garap Green Bond, Porsi Investasi Masih 2,3%
ILUSTRASI. Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance mulai mengalokasikan investasi pada instrumen obligasi hijau (green bond) sebagai bagian dari strategi penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana mengatakan, saat ini porsi investasi pada green bond mencapai 2,3% dari total portofolio investasi perusahaan.

Baca Juga: Ciputra Life Andalkan Obligasi untuk Jaga Stabilitas Investasi di 2026

“Sekitar 2,3% dari portofolio kami ditempatkan di green bond, termasuk untuk mendukung sektor energi baru terbarukan. Konsep kami adalah ketahanan energi dan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah,” ujarnya dalam media gathering, Jumat (10/4/2026).

Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Tugu Insurance Fitri Azwar menambahkan bahwa investasi pada green bond juga merupakan bagian dari dukungan terhadap arahan regulator agar industri asuransi mengintegrasikan prinsip ESG dalam pengembangan bisnis.

“Tanggung jawab sosial berbasis ESG kini sudah menjadi isu global,” jelasnya.

Dari sisi investasi, green bond dinilai mampu menjadi instrumen diversifikasi portofolio dengan eksposur pada penerbit (issuer) berkualitas, sekaligus menawarkan imbal hasil yang menarik.

Baca Juga: Asuransi Jiwa Joint Venture Dominasi Aset Terbesar, Ini Kata OJK dan AAJI

Namun demikian, Fitri mengakui masih terdapat tantangan, terutama dari sisi pasokan (supply) instrumen green bond yang masih terbatas di pasar.

Hal ini membuat alokasi investasi Tugu Insurance pada instrumen tersebut belum bisa terlalu besar.

Ke depan, perusahaan optimistis tren investasi berbasis ESG akan terus berkembang, baik dari sisi permintaan maupun ketersediaan instrumen, sehingga dapat meningkatkan likuiditas pasar.

“Ke depan, green bond berpotensi menjadi salah satu komponen penting dalam portofolio investasi perusahaan,” tambahnya.

Baca Juga: OJK Dorong Penguatan Tata Kelola Unitlink, Ini Fokus Utamanya

Kinerja Keuangan Tumbuh

Berdasarkan laporan keuangan dengan standar akuntansi terbaru PSAK 117, total aset investasi Tugu Insurance mencapai Rp 11,72 triliun pada 2025.

Dari sisi kinerja, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 711,06 miliar sepanjang 2025.

Pertumbuhan laba ini ditopang oleh peningkatan hasil jasa asuransi yang naik 39% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 1 triliun.

Baca Juga: CIMB Niaga Efisiensi Jumlah Kantor Cabang, Pertahankan Sekitar 300 Kantor Cabang

Selain itu, pendapatan jasa asuransi tercatat sebesar Rp 9,11 triliun atau meningkat 22,12% YoY.

Kinerja ini didorong oleh optimalisasi portofolio pada lini bisnis asuransi kebakaran dan properti, offshore, serta aviasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×