kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Tunggu OJK, proses akuisisi Bank Permata oleh Bangkok Bank akan rampung kuartal III


Rabu, 19 Februari 2020 / 19:04 WIB
Tunggu OJK, proses akuisisi Bank Permata oleh Bangkok Bank akan rampung kuartal III
ILUSTRASI. penandatanganan MoU akuisisi saham Bank Permata oleh Bangkok Bank.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

Namun, kesepakatan itu masih terganjal aturan OJK tentang batas maksimum kepemilikan saham bank umum yang diatur dalam POJK Nomor 56/POJK.03/2016. Nah, di aturan ini lembaga keuangan yang ingin mencaplok sebuah bank hanya diperkenankan memiliki 40% saham.

Merujuk artikel KONTAN (16/1) lalu OJK sempat mengisyaratkan Bangkok Bank bisa membeli satu bank lagi dan digabung (merger) dengan Bank Permata untuk memenuhi aturan tersebut. Namun, akuisisi bank bukan cara satu-satunya untuk memenuhi aturan OJK, Bangkok Bank sejatinya diperkenankan mengalihkan aset cabangnya di Indonesia ke Bank Permata.

Sebagai tambahan informasi, dari sisi kinerja per akhir 2019 terbilang positif, tercermin dari laba bersih yang naik 65% secara tahunan menjadi Rp 1,5 triliun. 
Sekaligus, NPL perseroan juga melandai dari 4,4% pada 2018 menjadi 2,8% tahun lalu. Laba tersebut mayoritas ditopang dari kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 5,6% dan pendapatan operasional yang tumbuh 24,3% yoy.

Baca Juga: Usai caplok bank permata, Bangkok Bank berpotensi incar bank lagi

Di samping itu, biaya operasional perseroan ikut membaik dengan rasio efisiensi BOPO tercatat turun menjadi 87% pada 2019 dibandingkan sebelumnya 93,4%.

Dari sisi fungsi intermediasi, perseroan membukukan pertumbuhan kredit sebesar 8,5% yoy. Kredit ditopang wholesale banking, retail banking, terutama Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×