Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich Topas Life (Zurich Life) mencatat pertumbuhan positif pada bisnis asuransi jiwa tradisional di tengah koreksi premi industri di lini ini sepanjang kuartal I-2026.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), premi asuransi jiwa tradisional industri terkoreksi 2,9%.
Menurut Chief Financial Officer Zurich Life, Santy Gui, secara umum penurunan premi industri asuransi jiwa tradisional mencerminkan kondisi nasabah yang cenderung lebih selektif dalam hal finansial, terlebih karena situasi ekonomi dan pasar saat ini masih dinamis.
Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp 20 Triliun per Mei 2026, Tumbuh 9%
"Nasabah kini cenderung lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih produk proteksi, terutama di tengah kondisi ekonomi dan pasar yang terus bergerak," ujarnya kepada Kontan, Kamis (25/6/26)
Meski begitu, Zurich Life justru membukukan pertumbuhan Annual Premium Equivalent (APE) atau jiwa tradisional sekitar 71% secara tahunan.
Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari upaya perusahaan dalam menyeimbangkan pertumbuhan dan kualitas bisnis melalui penguatan proposisi produk serta penyediaan layanan yang lebih relevan dan bernilai bagi nasabah.
Pertumbuhan premi tersebut juga didukung oleh upaya Zurich Life dalam mengelola portofolio bisnis yang lebih berkelanjutan dan seimbang.
Lebih lanjut, Santy masih melihat adanya peluang perbaikan kinerja premi asuransi jiwa tradisional di sisa periode tahun ini. Prospek tersebut didukung oleh potensi perbaikan kondisi makroekonomi dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jiwa.
Untuk mendorong pertumbuhan yang sehat, perusahaan akan terus meningkatkan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jiwa sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Selain itu, Zurich Life juga akan menghadirkan produk yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan nasabah.
Baca Juga: OJK Genjot Perbankan Perangi Judi Online (Judol)
Perusahaan turut memperkuat kanal distribusi serta kapasitas tenaga pemasar guna meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan kepada nasabah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














