kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

AAJI Catat Premi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 8,2% di Semester I-2026


Senin, 31 Agustus 2026 / 20:01 WIB
AAJI Catat Premi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 8,2% di Semester I-2026
ILUSTRASI. Asuransi Jiwa (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan pendapatan premi industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan pada kuartal I-2026.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menerangkan pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp 94,75 triliun pada semester I-2026.

"Nilainya tumbuh 8,2%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kami melihat adanya pertumbuhan positif yang menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perlindungan asuransi tetap kuat," katanya dalam konferensi pers AAJI di Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026). 

Baca Juga: Bank Digital Adu Strategi Demi Memacu Pertumbuhan Kredit di Sisa Tahun 2026

Lebih lanjut, Albertus menerangkan premi produk tradisional dan unitlink yang bertumbuh sama-sama menopang kinerja total premi industri. Jika dilihat secara rinci, produk tradisional menjadi kontributor terbesar pendapatan premi industri pada Semester I-2026. 

Dia bilang pendapatan premi dari produk tradisional mencapai Rp 59,03 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 6,9% YoY. Nilai itu memakan porsi 62,3% terhadap total premi industri.

Sementara itu, Albertus menyampaikan premi industri dari produk unitlink mencapai Rp 35,73 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 10,3% YoY. Nilai itu memakan porsi 37,7% terhadap total premi industri.

"Jadi, kami lihat kebutuhan masyarakat terhadap unilink itu agak meningkat lebih tinggi daripada tradisionalnya. Komposisi keduanya yang sama-sama bertumbuh menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat Smakin beragam. Ada yang mengutamakan perlindungan, sebagian lainnya tetap membutuhkan produk yang mengombinasikan perlindungan dengan unsur investasi," tuturnya.

Albertus mengatakan bagi industri, keberagaman pilihan produk perlu diimbangi dengan edukasi dan transparansi. Dengan demikian, dia bilang masyarakat dapat memilih produk sesuai Kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Asal tahu saja, data AAJI mengungkapkan total klaim yang telah dibayarkan industri asuransi jiwa pada Semester I-2026 mencapai Rp 75,57 triliun kepada 5,01 juta orang penerima manfaat. Nilainya meningkat 4,3%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Kredit Modal Kerja Perbankan Melaju 11,6%, Sektor Produktif Jadi Penopang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×