kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AAUI: Tren Pembelian Asuransi Lewat Marketplace Makin Diminati


Minggu, 10 Mei 2026 / 12:21 WIB
AAUI: Tren Pembelian Asuransi Lewat Marketplace Makin Diminati
ILUSTRASI. AAUI mengungkap tren positif penjualan asuransi digital.


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan, tren penjualan asuransi melalui kanal digital, termasuk marketplace asuransi, menunjukkan perkembangan yang positif.

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan mengatakan marketplace asuransi kini menjadi salah satu kanal distribusi yang efektif untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk asuransi, terutama produk-produk ritel yang relatif sederhana dan mudah dipahami.

"Hal ini sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa mencari informasi, membandingkan produk, melakukan transaksi, dan memperoleh layanan secara digital," katanya kepada Kontan, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Premi Asuransi Digital Bersama (YOII) Tumbuh 5,7% pada Kuartal I-2026

Menurut dia, produk yang paling mudah berkembang melalui marketplace umumnya merupakan produk yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari, seperti asuransi kendaraan, perjalanan, kecelakaan diri, gadget, kesehatan sederhana, hingga perlindungan mikro.

Selain itu, marketplace juga dipandang memiliki keunggulan dibanding kanal konvensional. Terutama dari sisi kemudahan akses, kecepatan proses, transparansi informasi, dan kemudahan bagi konsumen untuk membandingkan produk.

Namun, kanal ini tidak serta-merta bisa menggantikan kanal distribusi konvensional. Melainkan berperan sebagai bagian dari ekosistem distribusi yang saling melengkapi.

Kanal konvensional seperti agen, broker, bancassurance, maupun pemasaran langsung dinilai tetap memiliki peran penting, khususnya untuk produk yang lebih kompleks dan membutuhkan konsultasi lebih mendalam.

Di sisi lain, Budi juga mencermati adanya perubahan tren pada kanal ini. Tren marketplace asuransi kini mulai bergeser dari sekadar penjualan polis menjadi pengalaman layanan yang lebih menyeluruh.

Baca Juga: OJK Ungkap Tantangan yang Dihadapi Multifinance Dalam Menyalurkan Pembiayaan ke UMKM

Konsumen disebut tidak lagi hanya mencari premi murah, tetapi juga kemudahan memahami manfaat, kejelasan pengecualian, hingga kepastian proses klaim.

Oleh karena itu, platform marketplace diharapkan tidak hanya fokus menjual produk, tetapi juga memberikan edukasi, membantu nasabah memilih produk yang sesuai, dan mendampingi proses klaim guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap asuransi.

Meski demikian, dia menekankan tren peningkatan penjualan melalui marketplace harus diimbangi dengan literasi agar konsumen memahami manfaat perlindungan, risiko yang dijamin, hingga prosedur klaim sebelum membeli produk asuransi.

Untuk itu, penting bagi industri asuransi untuk membangun ekosistem digital yang sehat melalui penyediaan produk yang sederhana, transparansi informasi, penguatan kolaborasi dengan platform digital, hingga peningkatan kualitas layanan klaim.

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Menguat, BBRI Melonjak Paling Tinggi dalam Sepekan

Selain itu, pengembangan kanal digital juga perlu memperhatikan tata kelola, keamanan data, dan kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai contoh, salah satu platform marketplace asuransi, ZenInsure Indonesia pada kuartal I-2026 berhasil mencatat pertumbuhan bisnis tiga kali lipat dengan keberhasilan klaim mencapai 93,13% dalam dua tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×