kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.977   64,00   0,36%
  • IDX 5.689   45,52   0,81%
  • KOMPAS100 735   7,43   1,02%
  • LQ45 558   5,16   0,93%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   2,18   0,69%
  • IDXHIDIV20 390   0,29   0,07%
  • IDX80 84   0,79   0,95%
  • IDXV30 106   -0,25   -0,24%
  • IDXQ30 102   0,33   0,32%

Akhir Juni, Crowdo menjaga NPL di bawah 1%


Kamis, 05 Juli 2018 / 22:21 WIB
ILUSTRASI. Crowdo, aplikasi pembiayaan UKM


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemain fintech berbasis peer to peer lending, Crowdo Indonesia terus menjaga angka non performing loan (NPL) di bawah 1% hingga akhir tahun ini.

Head of Marketing Crowdo Indonesia Aditya Raflein mengatakan, hingga Juni 2018, angka kredit macet Crowdo masih di bawah 1%. Angka kredit macet tersebut masih relatif terjaga sejak tahun lalu.

“NPL itu gagal bayar dari awal berdiri hingga sekarang. Berarti dengan angka itu, strategi masing-masing platform dalam mengantisipasi NPL cukup berhasil seperti yang dilakukan Crowdo,” kata Aditya kepada Kontan.co.id, Kamis (5/7).

Menurunya, ketika terjadi gagal bayar, pihanya tidak hanya diam, tetapi berusaha agar borrower bisa menyelesaikan kewajiban kreditnya. Di sisi lain, perusahaan tetap menjadi kualitas dengan menguji kelayakan peminjaman kredit kepada borrower.

Sebelumnya, General Manager Crowdo Indonesia Cally Alexandra berharap, kredit macet tersebut bisa ditekan di bawah 1% hingga akhir tahun. Adapun, angka NPL yang aman didorong oleh teknologi artificial intelligence (AI), yaitu alat khusus untuk menentukan calon peminjam terbaik.

Selain itu, tenor peminjaman Crowdo bisa dibilang cukup pendek dibandingkan pemain lain yaitu sekitar 1-12 bulan. Nantinya, Crowdo Indonesia akan melakukan sejumlah startegi untuk menekan angka NPL, di antaranya menjajaki kerja sama dengan PT Pefindo Biro Kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×