kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BCA: GWM bertambah, keuntungan masih bisa ditambah


Kamis, 16 September 2010 / 13:17 WIB
BCA: GWM bertambah, keuntungan masih bisa ditambah


Reporter: Herry Prasetyo |

JAKARTA. Bertambahnya duit parkir di Bank Indonesia (BI) lantaran aturan penambahan giro wajib minimum (GWM) bakal menggerus keuntungan perbankan. Namun, Jahja Setiaatmadja, Wakil Direktur Utama Bank BCA menghitung, dengan sedikit siasat, perbankan justru bisa tetap menambah keuntungan.

Jahja menuturkan, meski setoran GWM menjadi uang mati, bank masih bisa mengompensasi dengan pendapatan dari usahanya. Misalnya, perbankan yang loan to deposit ratio (LDR)-nya rendah, bisa mengompensasi duit GWM dengan meningkatkan pemberian kredit.

Dengan jumlah kredit yang bertambah, margin bank juga bertambah. Jadi, cost yang timbul karena duit menganggur itu bisa terkompensasikan dengan peningkatan kredit. "Misal, kalau kita taruh dana di SBI 6,5%, terus kita berikan kredit 11%, itu kan sudah ada selisih 4%," ungkap Jahja kepada KONTAN, Rabu (15/9).

Bank bisa juga mengutak-atik biaya dana. Menurut Jahja, bank bisa menurunkan bunga deposito 0,2%. Penurunan itu sudah membuat penambahan GWM terkompensasi habis. Jadi, tidak ada masalah dan tidak mengganggu profitabilitas bank.

Dalam hitungan Jahja, BCA harus meambah GWM sebesar Rp 6,6 triliun. Bila uang itu ia taruh di SBI, income BCA dari duit tersebut turun 4% atau sekitar Rp 264 miliar. Tapi, saat ia menurunkan bunga deposito 0,2% dikalikan total DPK BCA sekitar Rp 220 triliun, hasilnya Rp 440 miliar. "Jadi, hitungan ini malah tidak hanya mengompensasi potensi kerugian GWM, tapi justru tambahan keuntungan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×