kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.173   14,00   0,08%
  • IDX 5.105   48,15   0,95%
  • KOMPAS100 659   7,25   1,11%
  • LQ45 519   3,87   0,75%
  • ISSI 170   1,07   0,63%
  • IDX30 292   1,94   0,67%
  • IDXHIDIV20 392   0,63   0,16%
  • IDX80 76   0,79   1,05%
  • IDXV30 110   0,33   0,30%
  • IDXQ30 98   -0,22   -0,22%

Fintech dan Ecommerce berebut pasar tabungan emas


Senin, 20 Januari 2020 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. Peluncuran produk Cicil Emas oleh Bukalapak dan Pluang (kontan/Ag. rangga) Pluang dan Bukalapak bersinergi meluncurkan produk Cicil Emas


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

Tak mau kalah, ecommerce Bukalapak juga menawarkan tabungan emas mulai dari 0,0001 gram kepada para pelapak maupun pengguna. Dhinda Arisyiya, Head of Investment Solutions Bukalapak bilang produk ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Indogold Solusi Gadai (IndoGold) untuk produk tabungan emas atau BukaEmas.

“Sedangkan, biaya administrasi mengikuti kebijakan dari Bukalapak apabila ada penarikan tabungan emas. Di tahun 2019, kinerja emas online kami naik secara signifikan lebih dari tiga kali lipat dalam hal jumlah emas kelolaan,” ujar Dhinda kepada Kontan.co.id pekan lalu.

Lanjut Ia, sepanjang tahun 2019, jumlah investor BukaEmas tumbuh lebih dari empat kali lipat. Adapun volume transaksinya meningkat sebesar sepuluh kali lipat dalam waktu satu tahun terakhir.

Guna meningkatkan transaksi emas, Bukalapak juga mengembangkan produk baru yakni transaksi Jual-Beli Emas Sistem Cicilan atau dikenal sebagai Cicil Emas. Guna menggarap produk ini, unicorn Indonesia ini bekerja sama dengan PT PG Berjangka (Pluang).

Baca Juga: Membentengi Diri dari Investasi RisikoTinggi

Minim biaya administrasi inilah yang membuat Marsya Nabila jatuh hati memilih skema tabungan emas dari pada membeli emas fisik. Selain tidak takut kehilangan emas fisik, setelah lebih satu tahun menggunakan produk BukaEmas, Marsya mengaku tidak pernah dibebankan biaya.

“Selama menabung emas tidak ada biaya. Namun saat dicairkan ada biaya sedikit, contohnya harusnya cair Rp 10.000 masuk rekening hanya Rp 9.958,” tutur Marsya.

Berbeda dengan Haulainisa yang lebih memilih mendatangi Gerai Antam untuk memiliki emas fisik. Alasannya takut penipuan dari transaksi digital. Kendati demikian, Ia harus merogoh kocek secara bulanan guna menyewa deposite box di perbankan guna menghindari si kuningnya raup dicuri orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×