kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.182   8,00   0,04%
  • IDX 4.918   13,22   0,27%
  • KOMPAS100 631   2,16   0,34%
  • LQ45 501   3,66   0,74%
  • ISSI 163   -0,63   -0,39%
  • IDX30 283   2,51   0,90%
  • IDXHIDIV20 381   3,44   0,91%
  • IDX80 73   0,25   0,34%
  • IDXV30 106   0,50   0,48%
  • IDXQ30 95   0,94   1,00%

FWD Syariah Sebut Proteksi Asuransi Jadi Kebutuhan Primer di Tengah Tekanan Ekonomi


Rabu, 04 November 2026 / 15:01 WIB
FWD Syariah Sebut Proteksi Asuransi Jadi Kebutuhan Primer di Tengah Tekanan Ekonomi
ILUSTRASI. Ilustrasi asuransi syariah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT FWD Insurance Indonesia Syariah (FWD Syariah) mengatakan, proteksi asuransi tetap menjadi kebutuhan primer, terutama di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya risiko keuangan masyarakat.

Direktur Utama FWD Syariah, Ade Bungsu, mengatakan kebutuhan perlindungan tidak semestinya bergantung pada kondisi perekonomian. Justru ketika ekonomi memburuk, masyarakat semakin membutuhkan proteksi untuk mengantisipasi risiko kehilangan pekerjaan maupun musibah.

Baca Juga: FWD Insurance Resmi Spin-Off UUS, Entitas Baru Mulai Beroperasi per November 2026

"Jangan menempatkan asuransi sebagai kebutuhan tersier atau sekunder. Seharusnya asuransi menjadi kebutuhan primer karena merupakan proteksi yang diberikan justru pada saat kita menghadapi masa-masa sulit," ujar Ade dalam peresmian FWD Syariah di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut Ade, masyarakat perlu memahami bahwa asuransi bukan hanya pengeluaran tambahan, melainkan instrumen perlindungan ketika menghadapi risiko keuangan yang tidak terduga. Ade mencontohkan, ketika pandemi Covid-19  tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan perusahaan meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap proteksi.

Oleh karena itu, FWD Syariah menilai edukasi dan peningkatan literasi asuransi menjadi penting untuk memperluas cakupan perlindungan masyarakat.

Ade juga menekankan bahwa produk asuransi tidak selalu identik dengan biaya mahal. Sebab, perusahaan asuransi menyediakan beragam pilihan produk dengan tingkat premi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan calon nasabah.

"Tidak melulu bahwa asuransi itu selalu dikaitkan dengan hal yang mahal. Banyak pilihan kepada semua calon nasabah, dari yang paling murah sampai yang paling mahal," terangnya.

Lebih lanjut, Ade mengatakan industri asuransi jiwa juga memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian melalui pengelolaan aset dan penyediaan pendanaan jangka panjang.

Menurutnya, produk asuransi jiwa memiliki horizon perlindungan yang panjang, mulai dari 10 tahun, 20 tahun, hingga seumur hidup. Dengan karakteristik tersebut, aset industri asuransi dapat menjadi salah satu sumber pendanaan jangka panjang bagi perekonomian.

Baca Juga: Dana SAL di Bank Ditarik November, BNI: Kepastian Penarikan Beri Ruang Likuiditas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×