kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.025   12,00   0,07%
  • IDX 7.066   -118,61   -1,65%
  • KOMPAS100 977   -16,13   -1,62%
  • LQ45 717   -9,59   -1,32%
  • ISSI 253   -4,20   -1,63%
  • IDX30 389   -4,29   -1,09%
  • IDXHIDIV20 483   -3,96   -0,81%
  • IDX80 110   -1,64   -1,47%
  • IDXV30 134   -0,78   -0,58%
  • IDXQ30 127   -1,37   -1,07%

Kontribusi premi produk surety bakal meningkat


Senin, 20 April 2015 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. Kenali 4 Varian Motor Listrik Rakata, Harga Termurah Mulai Rp 17 Jutaan


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: A.Herry Prasetyo

Jakarta. Rencana pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur akan menjadi momen yang bagus bagi bisnis surety alias penjaminan untuk bisa ngebut. Bahkan, lini bisnis ini diperkirakan bisa masuk ke posisi tiga besar sebagai penyumbang terbesar premi industri asuransi umum.

Dengan oritentasi yang tinggi terhadap proyek infrastruktur oleh pemerintah di tahun ini, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor, mengatakan, lini bisnis surety bisa meningkatkan posisinya jadi peringkat tiga sebagai penyumbang premi terbesar.  Sebab, poduk surety adalah bagian dari jaminan berjalannya suatu proyek.  “Jadi, bakal ramai tahun ini," kata Julian.

Selain itu, potensi surety untuk merangsek ke tiga besar tak lepas dari potensi terus melempemnya bisnis asuransi kesehatan di industri asuransi umum. Seperti diketahui, sejak awal tahun kemarin bisnis asuransi kesehatan cenderung terus melemah sejalan dengan kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sepanjang tahun 2014,  bisnis surety menyumbang premi sebesar Rp 2 triliun atau naik 105% dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut setara dengan 3,6% terhadap total premi industri asuransi umum tahun kemarin. Sementara porsi asuransi kesehatan mencatatkan penurunan kontribusi premi dari 13% menjadi 9% di tahun lalu. Hal ini sejalan dengan penurunan premi asuransi kesehatan dari Rp 6 triliun menjadi Rp 5,6 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×