Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah Indonesia) menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan kinerja di tengah tantangan industri asuransi syariah.
Presiden Direktur & CEO Manulife Syariah Indonesia Fauzi Arfan mengatakan, strategi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
“Dalam mendorong pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan, strategi Manulife Syariah Indonesia berfokus pada tiga aspek utama,” ujarnya kepada Kontan, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Tips Nyaman Liburan Musim Gugur Pakai BRI Kartu Kredit Infinite
Strategi yang dimaksud, yaitu memperkuat proposisi syariah dengan menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai prinsip syariah sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Adapun produk yang dikembangkan mencakup pilihan perlindungan kesehatan dan asuransi jiwa yang fleksibel.
Kemudian, memperkuat jaringan distribusi nasional melalui saluran keagenan dan bancassurance, yang juga dibarengi dengan peningkatan pengetahuan agen dan mitra agar dapat memberikan pemahaman lebih baik kepada calon nasabah mengenai produk perlindungan syariah.
Sejalan dengan itu, Manulife Syariah juga berupaya menjaga kualitas bisnis melalui pengelolaan portofolio, peningkatan kualitas layanan kepada peserta, serta kolaborasi dengan mitra distribusi dan penyedia layanan kesehatan.
Sejumlah upaya tersebut ditempuh di tengah tantangan penetrasi asuransi syariah masih relatif masih rendah.
Menurut Fauzi, kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi dan perluasan inklusi kepada masyarakat terkait industri asuransi syariah masih sangat penting.
Dari segi kinerja, hingga Juli 2026 Manulife Syariah telah membukukan aset gabungan sebesar Rp 1,83 triliun sedangkan total pembayaran klaim sebesar Rp 67,5 miliar.
Meski masih menghadapi tantangan, Fauzi mencermati kalau industri asuransi syariah masih berpeluang tumbuh untuk ke depannya.
Baca Juga: KBank Indonesia Targetkan Portofolio Pinjaman Tembus Rp 40 Triliun pada 2030
Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan finansial dan kebutuhan terhadap solusi keuangan berbasis syariah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














