Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 7,08% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 97,3 triliun hingga September 2026.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita W. Anggraini mengatakan, pertumbuhan pendapatan perseroan sejalan dengan peningkatan kredit dan transaksi nasabah.
“Pendapatan kami terus tumbuh seiring pertumbuhan kredit dan meningkatnya transaksi nasabah. Kami melihat fee-based income menjadi penopang penting untuk menjaga pertumbuhan laba,” ujar Novita dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal III 2026, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: BNI Sebut Pelonggaran GWM BI Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
Hingga September 2026, pendapatan nonbunga juga meningkat 13,8% YoY menjadi Rp 29,4 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tumbuh 6,2% YoY menjadi Rp 61,2 triliun.
Secara bank only, total pendapatan Bank Mandiri mencapai Rp 90,6 triliun, naik 8,54% YoY. Di sisi lain, biaya operasional perseroan turun 9,03% YoY menjadi Rp 32,7 triliun.
Penurunan biaya operasional turut memperbaiki rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio (CIR) menjadi 36,1% per September 2026, dari 43% pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi profitabilitas, return on equity (ROE) Bank Mandiri tercatat sebesar 23,6%, sedangkan return on assets (ROA) mencapai 2,99%.
Sementara itu, Direktur Risk Management Danis Subyantoro mengatakan, kualitas aset bank juga membaik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto secara bank only turun menjadi 0,98% per September 2026, dari 1,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan Kredit Korporasi Rp 700 Triliun Per September 2026
"Pertumbuhan kredit perlu disertai penilaian risiko dan pemantauan kualitas aset yang disiplin," ujar Danis.
Rasio kredit dalam perhatian khusus atau special mention loan (SML) juga turun menjadi 2,88%, dari 3,35% setahun sebelumnya. Adapun NPL coverage ratio tercatat sebesar 243% dan cost of credit sebesar 0,55%.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri secara bank only mencapai 18,4% per September 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














