kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

Penempatan SRBI Dapen BTN Capai Rp 103,68 Miliar per Maret 2026


Selasa, 21 April 2026 / 16:14 WIB
Penempatan SRBI Dapen BTN Capai Rp 103,68 Miliar per Maret 2026
ILUSTRASI. Hingga Maret 2026, penempatan Dapen BTN di SRBI mencapai Rp 103,68 miliar atau setara 4,13% dari total investasi.(KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penempatan Dana Pensiun PT Bank Tabungan Negara (Dapen BTN) di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tercatat masih terbatas, seiring turunnya porsi investasi pada instrumen tersebut sepanjang 2025.

Direktur Investasi Dana Pensiun BTN Adi Santoso Budidarma mengatakan, hingga Maret 2026, penempatan Dapen BTN di SRBI mencapai Rp 103,68 miliar atau setara 4,13% dari total investasi.

Penurunan porsi tersebut terjadi setelah pada 2025 penempatan Dapen BTN di SRBI turun 63,51% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi itu dipicu melemahnya tingkat imbal hasil SRBI pada periode tersebut.

Baca Juga: OJK Beberkan Sejumlah Tantangan yang Dihadapi Industri Penjaminan

“Dana Pensiun BTN tetap terbuka untuk melakukan penempatan kembali pada instrumen SRBI, sepanjang memberikan imbal hasil yang optimal, sesuai dengan regulasi dan Rencana Bisnis,” ujar Adi kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan investasi Dapen BTN tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta fokus pada kesinambungan pemenuhan kewajiban jangka panjang.

Menurutnya, pertimbangan penempatan pada SRBI mencakup optimalisasi imbal hasil, manajemen risiko, serta kesesuaian dengan regulasi dan strategi pengelolaan aset. 

Adapun di tengah tekanan pasar saham, SRBI dinilai masih menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keseimbangan portofolio investasi.

“SRBI berperan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio untuk menjaga keseimbangan risiko dan imbal hasil investasi,” tambahnya.

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp 15,4 triliun, Naik 16,6% di Kuartal I-2026

Sebagai informasi, Bank Indonesia meningkatkan frekuensi lelang SRBI sejak Februari 2026, yang turut mendorong kenaikan imbal hasil instrumen tersebut dan kembali menarik minat pelaku industri, termasuk dana pensiun.

Daya tarik SRBI sebelumnya sempat melemah pada 2025 akibat penurunan yield. Hal itu tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat penempatan investasi dana pensiun di SRBI turun dari Rp 16,87 triliun pada 2024 menjadi Rp 3,28 triliun di akhir 2025. Hingga Februari 2026, posisi investasi kembali meningkat menjadi Rp 4,01 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×