kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Satu bank besar akan turunkan suku bunga kredit 50 bps


Rabu, 30 November 2011 / 12:11 WIB
ILUSTRASI. Seorang pekerja membersihkan kendaraan di showroom penjualan mobil bekas di Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (24/11/2020). KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Imbauan Bank Indonesia (BI) kepada kalangan industri perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit seiring menurunnya BI rate tampak mulai membuahkan hasil.

"Tunggu saja, 2-3 hari lagi ada satu bank besar yang akan menurunkan suku bunga dasar kredit sampai 50 bps," ungkap Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Rabu (30/11).Sayangnya, Darmin enggan menyebut nama bank tersebut.

Sebagaimana diketahui dalam dua kali rapat dewan gubernur, BI menurunkan BI rate dari 6,75% menjadi 6%. BI menilai penurunan BI rate ke suku bunga kredit akan bertransmisi secara efektif apabila bank beroperasi secara efisien.

"Faktanya, perbankan di Indonesia sangat profitable, prudent, tetapi belum beroperasi secara efisein. Ini adalah ciri keseimbangan semu di industri perbankan kita," ujar Darmin.

Perbankan Indonesia per September 2011 mencapai tingkat Return on Asset industri di level 3,11%. Jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara di kawasan yang rata-rata sebesar 1,14% (rata-rata ROA di 5 negara ASEAN antara 2007-2010).

Masih mengacu pada data September 2011 CAR perbankan Indonesia mencapai 16,7%, NPL 2,7%. Namun, rasio BOPO mencapai 87,22%. Padahal di kawasan ASEAN lainnya, rata-rata 40%-60%.

"Ketidakefisien inilah yang memberikan kontribusi tinggi pada penetapan suku bunga kredit yang tinggi," kata Darmin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×