Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AXA Financial Indonesia (AXA Financial Indonesia) resmi melakukan pemisahan unit usaha atau spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) dengan mendirikan entitas baru bernama PT AXA Sharia Life Insurance (AXA Sharia Life Insurance).
Dengan berdirinya entitas baru ini, AXA Sharia Life Insurance telah menyiapkan sejumlah strategi pengembangan bisnis untuk ke depannya.
Presiden Direktur AXA Sharia Life Insurance Bukit Rahardjo mengatakan, perusahaan akan membidik segmen menengah dan ritel. Selain itu, mereka juga akan mengembangkan fokus mengembangkan produk tradisional yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan perlindungan keluarga dan individu.
Baca Juga: Pindar UKU Salurkan Pembiayaan ke Luar Pulau Jawa Rp 200 Miliar hingga Agustus 2026
"Industri ekonomi memang banyak sekali tantangan sehingga harapannya produk kami bisa digunakan untuk mendukung financial planning dari seluruh keluarga Indonesia," ujarnya dalam acara Peresmian AXA Sharia Life Insurance, Jumat (18/9/26).
Selain itu, mereka juga akan menyasar pada tenaga kerja yang belum berkeluarga dan generasi muda seperti GenZ untuk memperluas penetrasi perlindungan.
Namun, produk yang dimaksud saat ini masih dalam tahap persiapan dan masih harus mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di sisi lain, dengan batas spin-off industri asuransi syariah yang ditetapkan per akhir 2026 ini diprediksi akan membuat persaingan industri makin ramai. Oleh karena itu, kondisi merupakan kompetisi pasar yang menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
Sejalan dengan itu pula, AXA Sharia Life Insurance berupaya mempercepat proses penetrasi masuk ke pasar dan mengembangkan produk sesuai persetujuan regulator.
Ke depannya, KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT AXA Financial Indonesia (AXA Finansial Indonesia) resmi melakukan pemisahan unit usaha atau spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) dengan mendirikan entitas baru bernama PT AXA Sharia Life Insurance (AXA Sharia Life Insurance).
Dengan berdirinya entitas baru ini, AXA Sharia Life Insurance telah menyiapkan sejumlah strategi pengembangan bisnis untuk ke depannya.
Baca Juga: AXA Financial Dirikan AXA Sharia Life Insurance, Perkuat Bisnis Asuransi Syariah
Presiden Direktur AXA Sharia Life Insurance Bukit Rahardjo mengatakan, perusahaan akan membidik segmen menengah dan ritel. Selain itu, mereka juga akan mengembangkan fokus mengembangkan produk tradisional yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan perlindungan keluarga dan individu.
"Industri ekonomi memang banyak sekali tantangan sehingga harapannya produk kami bisa digunakan untuk mendukung financial planning dari seluruh keluarga Indonesia," ujarnya dalam acara Peresmian AXA Sharia Life Insurance di Jakarta, Jumat (18/9/26).
Selain itu, mereka juga akan menyasar pada tenaga kerja yang belum berkeluarga dan generasi muda seperti GenZ untuk memperluas penetrasi perlindungan.
Namun, produk yang dimaksud saat ini masih dalam tahap persiapan dan masih harus mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di sisi lain, dengan batas spin-off industri asuransi syariah yang ditetapkan per akhir 2026 ini diprediksi akan membuat persaingan industri makin ramai. Oleh karena itu, kondisi merupakan kompetisi pasar yang menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
Sejalan dengan itu pula, AXA Sharia Life Insurance akan mengandalkan kanal distribusi keagenan seiring dengan pengaruh distribusi keagenan yang ada di AXA Financial Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














