kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Koperasi Syariah keluhkan sulit akses program pembiayaan pemerintah


Rabu, 18 April 2018 / 17:35 WIB
ILUSTRASI. Menkop UKM Puspayoga saat RAT Inkopsyah BMT


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koperasi syariah berharap diberi perlakuan adil dalam program dan kebijakan yang dinisiasi oleh pemerintah khususnya dalam hal fasilitas pembiayaan.

"Kami masih terkendala dalam mengakses program-program pemerintah khususnya pembiayaan seperti KUR (kredit usaha rakyat) yang cenderung syaratnya masih sulit dipenuhi. Hanya dana bergulir LPDB-KUMKM yang relatif lebih mudah diakses," ujar Ketua KSPPS BMT Sohibul Umat Rembang Jawa Tengah Sukahar dalam siaran pers pada Rabu (18/4).

Menanggapi keluhan ini Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan siap mengakomodir kebutuhan koperasi dari mulai kelembagaan, penguatan SDM, pembiayaan, pendampingan produksi, hingga pemasarannya.

Puspayoga menekankan ke depan pihaknya akan lebih fokus pada penguatan koperasi berkualitas melalui program reformasi total koperasi. Pihaknya menertibkan dan mencabut badan hukum koperasi-koperasi tak aktif, papan nama, dan mati suri bukan berarti tanpa alasan.

"Ini bukan semangat sekadar membubarkan tetapi membuat database koperasi menjadi semakin baik. Dengan database yang baik berarti semakin mudah merancang program pemberdayaan dan program untuk koperasi," kata Menteri Puspayoga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×