Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli
Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas terkendali. BTN menyiapkan langkah mitigasi berupa penguatan penagihan, restrukturisasi kredit secara selektif, serta kerja sama dengan pemerintah dan pengembang untuk menjaga kualitas debitur.
“Kami melihat tren NPL akan cenderung stabil, bahkan berpotensi membaik seiring perbaikan ekonomi nasional, penyaluran FLPP yang lebih terukur, serta digitalisasi monitoring debitur,” kata Setiyo.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa perbankan perlu menjaga prinsip kehati-hatian di tengah ketidakpastian global maupun domestik.
Baca Juga: Perbankan Hati-Hati Hadapi Kredit Macet Korporasi
Menurutnya, risiko kredit perbankan masih terjaga, tercermin dari tren penurunan NPL dan Loan at Risk (LaR), termasuk pada bank KBMI 1. Per Juni 2025, NPL gross KBMI 1 tercatat 2,61% dan LaR 10,37%, lebih rendah dibandingkan periode sebelum pandemi Covid-19.
“Mitigasi risiko kredit juga tercermin dari tingkat pencadangan CKPN terhadap NPL yang cukup tinggi dibanding kelompok KBMI lain,” ujar Dian.
Selanjutnya: Menguasai Uang: 7 Prinsip Fundamental untuk Kemakmuran
Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Sabtu (30/8/2025) Kompak Naik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News