kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

ACC Sebut Faktor yang Pengaruhi Perkembangan Kinerja Multifinance hingga Akhir 2026


Minggu, 08 November 2026 / 14:28 WIB
ACC Sebut Faktor yang Pengaruhi Perkembangan Kinerja Multifinance hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Kinerja Pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance (ASDF) atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) menyampaikan ada sejumlah faktor yang akan memengaruhi perkembangan kinerja industri multifinance hingga akhir 2026.

EVP Corporate Communication & Strategy ACC, Riadi Prasodjo mengatakan perkembangan industri pembiayaan akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kondisi perekonomian, daya beli masyarakat, serta tingkat kepercayaan konsumen.

"Selain itu, dipengaruhi juga kebutuhan pembiayaan, serta kemampuan perusahaan pembiayaan dalam menjaga kualitas aset dan pengelolaan risiko," ujarnya kepada Kontan, Minggu (8/11/2026).

Untuk mengoptimalkan potensi bisnis hingga akhir tahun, Riadi mengatakan ACC akan menerapkan strategi. Dia bilang perusahaan akan memperkuat sinergi kerja sama dengan dealer rekanan, peningkatan kualitas layanan, serta pengelolaan portfolio yang prudent. 

"Selain itu, ACC tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan," tuturnya.

Baca Juga: Begini Strategi ACC Tingkatkan Kinerja Laba hingga Akhir 2026

Secara keseluruhan, Riadi mengatakan perusahaan akan terus mencermati dinamika pasar dan faktor-faktor yang memengaruhi industri multifinance ke depannya.

Hingga September 2026, Riadi menyampaikan kinerja pembiayaan perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar dobel digit, dibanding periode yang sama tahun lalu. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan.

Terkait kinerja industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 518,34 triliun per September 2026. Nilai piutang pembiayaan itu tumbuh 2,21% secara tahunan atau Year on Year (YoY).

Sementara itu, tingkat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per September 2026 sebesar 2,98%. Angkanya terbilang membaik, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,04%. 

Baca Juga: BI Rate Ditahan di Level 5,75%, ACC Siapkan Penyesuaian Bunga Pembiayaan Terukur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×